Desiner Muslim Bawa Balutan Kesantunan ke Mode Rusia
Ajeng ritzki
Kamis, 21 April 2022 - 08:50 WIB
Detail busana muslim eklektik rancangan Aisiya Bareeva. Foto Mercedez-Benz Fashion Week Russia
Sekitar 30 menit berkendara dari pusat kota Moskow ada studio desainer fesyen muslim. Sulit menduga, sebab lokasinya berada dalam gedung bekas pabrik era Stalin yang terlihat suram macam reruntuhan pascabencana.
Di situ sang desainer, Asiya Bareeva merancang busana dengan mengombinasikan bahan tekstil aneka tekstur dan warna. Studio itu seperti oase kecil bagi lingkungan sekitar.
Aisiya mengumpulkan berbagai jenis tekstil seperti brokat dan tenun lawas. Beberapa dibelinya dari pasar loak dan sejumah lain adalah peninggalan neneknya.
Bareeva mulai mendesain sejak 2013 setelah lulus universitas dari jurusan teknologi tekstil. Sejak itu ia memiliki koneksi luas dengan sumber pemasok bahan baku tekstil vintage baik di pasar tradsional maupun kerabatnya.
Pilihannya untuk memanfaatkan kain lama berkualitas didasarkan prinsip ramah lingkungan. "Sudah terlalu banyak kain di dunia," ujarnya seperti dikutip Vogue. "Kita seharusnya tidak memproduksi lagi, kita sudah cukup dengan itu," imbuhnya.
Keyakinannya terhadap Islam dan ajarannya mempengaruhi keputusannya berbusana. Seluruhnya menutup tubuh, hanya saja desainnya dibuat berlapis.
Berdarah Tatar, Bareeva mengaku dibesarkan di keluarga yang tak terlalu religius. Perjalanannya ke tanah suci Makkah beberapa tahun lalu menjadi titik baliknya, mendorongnya berupaya taat menjalani perintah Islam.
Di situ sang desainer, Asiya Bareeva merancang busana dengan mengombinasikan bahan tekstil aneka tekstur dan warna. Studio itu seperti oase kecil bagi lingkungan sekitar.
Aisiya mengumpulkan berbagai jenis tekstil seperti brokat dan tenun lawas. Beberapa dibelinya dari pasar loak dan sejumah lain adalah peninggalan neneknya.
Bareeva mulai mendesain sejak 2013 setelah lulus universitas dari jurusan teknologi tekstil. Sejak itu ia memiliki koneksi luas dengan sumber pemasok bahan baku tekstil vintage baik di pasar tradsional maupun kerabatnya.
Pilihannya untuk memanfaatkan kain lama berkualitas didasarkan prinsip ramah lingkungan. "Sudah terlalu banyak kain di dunia," ujarnya seperti dikutip Vogue. "Kita seharusnya tidak memproduksi lagi, kita sudah cukup dengan itu," imbuhnya.
Keyakinannya terhadap Islam dan ajarannya mempengaruhi keputusannya berbusana. Seluruhnya menutup tubuh, hanya saja desainnya dibuat berlapis.
Berdarah Tatar, Bareeva mengaku dibesarkan di keluarga yang tak terlalu religius. Perjalanannya ke tanah suci Makkah beberapa tahun lalu menjadi titik baliknya, mendorongnya berupaya taat menjalani perintah Islam.