Nadiem Klaim Kurikulum Prototipe Menyenangkan dan Merdekakan Guru
Muhajirin
Rabu, 09 Februari 2022 - 23:03 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Nadiem Makarim, mengatakan, kurikulum prototipe membuat pembelajaran lebih menyenangkan untuk siswa dan memerdekakan guru.
Kurikulum yang telah diterapkan di sejumlah sekolah di Indonesia itu mengedepankan pembelajaran dengan metode project base learning. Atas dasar itu, dia mengklaim guru merasa merdeka merancang proses pembelajaran.
"Dengan kurikulum prototipe, pembelajaran jauh lebih menyenangkan, (karena) berfokus pada kompetensi yang esensial dan juga relevan," kata Nadiem dalam Kick Off G20 on Education and Culture, Rabu (9/2/2022).
Kurikulum itu juga akan membantu Indonesia mencapai empat tujuan prioritas dari education working dalam Kick Off G20 kali ini. Hal itu meliputi pendidikan universal yang berkualitas, teknologi digital dalam pendidikan, solidaritas dan kemitraan, serta dunia kerja pasca Covid-19.
Kehadiran kurikulum prototipe, kata dia, yang akan diberlakukan pemerintah dapat memerdekakan guru. Kurikulum itu mendorong kreativitas guru dalam merancang proses belajar.
"Dengan kurikulum prototipe, belajar lebih menyenangkan, berfokus pada kompetensi yang esensial. Dengan begitu membantu kita 4 tujuan prioritas dari education working group, yakni pendidikan universal yang berkualitas, teknologi digital dalam pendidikan, solidaritas dan kemitraan serta dunia kerja pasca Covid-19," ucap Nadiem.
Nasdem mengaku kian sadar akan pentingnya gotong-royong di tengah pandemi. Gotong-royong adalah poin penting yang menggerakkan roda merdeka belajar, khususnya dalam penerapan kurikulum prototipe. Kurikulum itu merupakan opsi bagi sekolah-sekolah Indonesia.
Kurikulum yang telah diterapkan di sejumlah sekolah di Indonesia itu mengedepankan pembelajaran dengan metode project base learning. Atas dasar itu, dia mengklaim guru merasa merdeka merancang proses pembelajaran.
"Dengan kurikulum prototipe, pembelajaran jauh lebih menyenangkan, (karena) berfokus pada kompetensi yang esensial dan juga relevan," kata Nadiem dalam Kick Off G20 on Education and Culture, Rabu (9/2/2022).
Kurikulum itu juga akan membantu Indonesia mencapai empat tujuan prioritas dari education working dalam Kick Off G20 kali ini. Hal itu meliputi pendidikan universal yang berkualitas, teknologi digital dalam pendidikan, solidaritas dan kemitraan, serta dunia kerja pasca Covid-19.
Kehadiran kurikulum prototipe, kata dia, yang akan diberlakukan pemerintah dapat memerdekakan guru. Kurikulum itu mendorong kreativitas guru dalam merancang proses belajar.
"Dengan kurikulum prototipe, belajar lebih menyenangkan, berfokus pada kompetensi yang esensial. Dengan begitu membantu kita 4 tujuan prioritas dari education working group, yakni pendidikan universal yang berkualitas, teknologi digital dalam pendidikan, solidaritas dan kemitraan serta dunia kerja pasca Covid-19," ucap Nadiem.
Nasdem mengaku kian sadar akan pentingnya gotong-royong di tengah pandemi. Gotong-royong adalah poin penting yang menggerakkan roda merdeka belajar, khususnya dalam penerapan kurikulum prototipe. Kurikulum itu merupakan opsi bagi sekolah-sekolah Indonesia.