Minat Investasi Generasi Muda Meningkat, Pengamat UGM: Jangan Gegabah
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 11 Februari 2022 - 22:35 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.ID/iStock)
Minat investasi terus bertumbuh di kalangan generasi muda. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan, jumlah investor muda mengalami kenaikan dan mendominasi komposisi investor hingga 80 persen per Juli 2021.
Jumlah investor muda dengan usia di bawah 40 tahun mencapai 1,91 juta dari total investor sekitar 2,4 juta orang atau 78,4 persen pada Juni 2021. Sementara investor berusia 18-25 tahun, berjumlah 375 ribu orang atau 47,4 persen dari total investor baru pada 2021.
Baca juga:Saatnya Raup Cuan Lewat 4 Instrumen Investasi Syariah
Ketertarikan generasi muda terhadap dunia investasi, diyakini karena mereka ingin mengurangi kebutuhan konsumtif saat pandemi. Selain itu, karena dukungan perkembangan teknologi finansial (tekfin) yang semakin memudahkan mereka untuk berinvestasi.
Pengamat Perbankan, Keuangan dan Investasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Eddy Junarsin mengingatkan ambisi untuk cepat kaya lewat investasi akan menjadi masalah bagi generasi muda. Menurutnya, sifat menggebu-gebu ini dikhawatirkan menjadi penyebab terjerumusnya anak muda ke dalam investasi bodong.
"Ya karena sifat dasar manusia tidak sabaran ingin cepat kaya. Terutama darah muda yang gegabah dalam berinvestasi," ujarnya seperti dikutip dari laman ugm.ac.id, Jumat (11/2).
Baca juga:Properti Jadi Aset Terbaik Bisnis di Tengah Pandemi
Jumlah investor muda dengan usia di bawah 40 tahun mencapai 1,91 juta dari total investor sekitar 2,4 juta orang atau 78,4 persen pada Juni 2021. Sementara investor berusia 18-25 tahun, berjumlah 375 ribu orang atau 47,4 persen dari total investor baru pada 2021.
Baca juga:Saatnya Raup Cuan Lewat 4 Instrumen Investasi Syariah
Ketertarikan generasi muda terhadap dunia investasi, diyakini karena mereka ingin mengurangi kebutuhan konsumtif saat pandemi. Selain itu, karena dukungan perkembangan teknologi finansial (tekfin) yang semakin memudahkan mereka untuk berinvestasi.
Pengamat Perbankan, Keuangan dan Investasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Eddy Junarsin mengingatkan ambisi untuk cepat kaya lewat investasi akan menjadi masalah bagi generasi muda. Menurutnya, sifat menggebu-gebu ini dikhawatirkan menjadi penyebab terjerumusnya anak muda ke dalam investasi bodong.
"Ya karena sifat dasar manusia tidak sabaran ingin cepat kaya. Terutama darah muda yang gegabah dalam berinvestasi," ujarnya seperti dikutip dari laman ugm.ac.id, Jumat (11/2).
Baca juga:Properti Jadi Aset Terbaik Bisnis di Tengah Pandemi