LANGIT7.ID, Jakarta - Minat investasi terus bertumbuh di kalangan generasi muda. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan, jumlah investor muda mengalami kenaikan dan mendominasi komposisi investor hingga 80 persen per Juli 2021.
Jumlah investor muda dengan usia di bawah 40 tahun mencapai 1,91 juta dari total investor sekitar 2,4 juta orang atau 78,4 persen pada Juni 2021. Sementara investor berusia 18-25 tahun, berjumlah 375 ribu orang atau 47,4 persen dari total investor baru pada 2021.
Baca juga: Saatnya Raup Cuan Lewat 4 Instrumen Investasi SyariahKetertarikan generasi muda terhadap dunia investasi, diyakini karena mereka ingin mengurangi kebutuhan konsumtif saat pandemi. Selain itu, karena dukungan perkembangan teknologi finansial (tekfin) yang semakin memudahkan mereka untuk berinvestasi.
Pengamat Perbankan, Keuangan dan Investasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Eddy Junarsin mengingatkan ambisi untuk cepat kaya lewat investasi akan menjadi masalah bagi generasi muda. Menurutnya, sifat menggebu-gebu ini dikhawatirkan menjadi penyebab terjerumusnya anak muda ke dalam investasi bodong.
"Ya karena sifat dasar manusia tidak sabaran ingin cepat kaya. Terutama darah muda yang gegabah dalam berinvestasi," ujarnya seperti dikutip dari laman ugm.ac.id, Jumat (11/2).
Baca juga: Properti Jadi Aset Terbaik Bisnis di Tengah PandemiEddy menyebutkan, deposito berjangka menjadi salah satu cara aman yang dapat ditempuh. Selain itu, generasi muda juga perlu lebih teliti sebelum trading.
Untuk itu, diperlukan pembekalan diri dan pengetahuan terkait berbagai produk keuangan. Termasuk memahami dan mengikuti aturan dan panduan jelas dari OJK. "Meski tidak ada yang aman 100 persen setidaknya produk investasi yang sudah dilisensi OJK bisa menjadi acuan untuk masyarakat umum," jelasnya.
Meski demikian, Eddy menyambut baik kesadaran generasi muda akan investasi. Sebab, selain memberikan pendapatan alternatif di luar pekerjaan rutin, investasi juga membuka peluang ketersediaan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran. "Teknologi dan investasi bisa membuka cakrawala baru sehingga memberikan keuntungan, baik kepada investor maupun dunia usaha karena bisa mendapatkan dana dengan lebih mudah," ujarnya.
Baca juga:
Terbilang Aman, Alasan Masyarakat Beralih ke Properti SyariahTumbuh di Tengah Pandemi, Ini Keuntungan Investasi Properti Syariah(asf)