Masjid Bayt Al-Qur'an, Tempat Pengkaderan Santri Tahfiz Sebelum Terjun ke Masyarakat
Jaja Suhana
Ahad, 13 Februari 2022 - 07:10 WIB
Masjid Bayt Al-Quran di Pondok Cabe. Foto: Jaja Suhana.
Di jalan Pondok Cabe, tidak jauh dari pertigaan South City, terdapat sebuah masjid unik bernama Masjid Bayt Al-Qur'an. Masjid ini memiliki banyak program sebagai pelatihan bagi para santri tahfiz sebelum terjun ke masyarakat.
Masjid yang terletak di lokasi pesanten Bayt Al-Qur'an ini digunakan sebagai tempat pelatihan santri program pascatahfiz. Para santri bergantian menjadi imam shalat, menjadi bilal, dan menjadi muazin. Mereka juga bergiliran menyampaikan kultum terkait tafsir Al-Qur'an setiap ba'da dzuhur.
"Masjid ini kan masjid pendidikan, sebagai tempat pelatihan bagi para santri, ketika sudah belajar di sini, diharapkan para santri pulang ke rumah masing-masing sudah terbiasa," ujar Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Bayt Al-Qur'an, Muhammad Anwar, kepada Langit7, akhir pekan ini (13/2/2022).
Baca Juga:Perpustakaan Masjid Islamic Center Samarinda Layak Jadi Percontohan
Sebagai tempat ibadah dan tempat pelatihan para santri pascatahfiz, Masjid Bayt Al-Qur'an melaksanakan berbagai program. Salah satunya dengan mengadakan halaqah tafsir, membahas problem-problem kontemporer saat ini yang dikaji dan ditanggapi secara ilmiah serta dicari jawabannya dalam Al-Qur'an.
"Kegiatan tersebut kita adakan setiap hari Rabu dari jam sepuluh pagi sampai ba'da shalat Dzuhur, tentu dengan menghadirkan para pakar yang ahli di bidangnya," kata Anwar.
Kemudian, lanjut Anwar, Masjid Bayt Al-Qur'an juga secara rutin mengadakan kajian ba'da Maghrib dengan berbagai topik berbeda. Pada Minggu malam ada kajian kitab Mukasyafatul Qulub dengan Ustaz Farid F Saenong. Dilanjutkan hari Senin kajian min wahyil Qur'an (ayat Al-Qur'an terkait dengan doa-doa) dengan pengampu Dr Syahrulah Iskandar.
Masjid yang terletak di lokasi pesanten Bayt Al-Qur'an ini digunakan sebagai tempat pelatihan santri program pascatahfiz. Para santri bergantian menjadi imam shalat, menjadi bilal, dan menjadi muazin. Mereka juga bergiliran menyampaikan kultum terkait tafsir Al-Qur'an setiap ba'da dzuhur.
"Masjid ini kan masjid pendidikan, sebagai tempat pelatihan bagi para santri, ketika sudah belajar di sini, diharapkan para santri pulang ke rumah masing-masing sudah terbiasa," ujar Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Bayt Al-Qur'an, Muhammad Anwar, kepada Langit7, akhir pekan ini (13/2/2022).
Baca Juga:Perpustakaan Masjid Islamic Center Samarinda Layak Jadi Percontohan
Sebagai tempat ibadah dan tempat pelatihan para santri pascatahfiz, Masjid Bayt Al-Qur'an melaksanakan berbagai program. Salah satunya dengan mengadakan halaqah tafsir, membahas problem-problem kontemporer saat ini yang dikaji dan ditanggapi secara ilmiah serta dicari jawabannya dalam Al-Qur'an.
"Kegiatan tersebut kita adakan setiap hari Rabu dari jam sepuluh pagi sampai ba'da shalat Dzuhur, tentu dengan menghadirkan para pakar yang ahli di bidangnya," kata Anwar.
Kemudian, lanjut Anwar, Masjid Bayt Al-Qur'an juga secara rutin mengadakan kajian ba'da Maghrib dengan berbagai topik berbeda. Pada Minggu malam ada kajian kitab Mukasyafatul Qulub dengan Ustaz Farid F Saenong. Dilanjutkan hari Senin kajian min wahyil Qur'an (ayat Al-Qur'an terkait dengan doa-doa) dengan pengampu Dr Syahrulah Iskandar.