Kiai Subki berharap, gelaran acara kali ini dapat memberikan pengaruh positif dari lembaga-lembaga pendidikan yang sudah maju kepada lembaga-lembaga lainnya.
Peserta lomba tahfidz Al-Quran diseleksi kembali oleh juri di babak penyisihan Maqra melalui video yang diunggah saat mendaftar, sehingga terpilihlah 209 penghafal Al-Quran.
Menurut dia, jika seseorang yang mengulang hanya untuk hafalannya tidak hilang, itu akan menjadi berat baginya. Akan tetapi apabila seseorang mengulang dan merasa sedang membaca kalam Allah Ta'ala, maka belajar akan terasa lebih nyaman.
Para santri bergantian menjadi imam shalat, menjadi bilal, dan menjadi muazin. Mereka juga bergiliran menyampaikan kultum terkait tafsir Al-Qur'an setiap ba'da dzuhur.
Amalan itu bahkan bisa membuat kecerdasan anak meningkat sampai 3 kali lipat. Tentu ini menjadi harapan setiap orang tua, memiliki anak cerdas lagi shalih.
Al-Qur'an sebagai sumber nilai hendak diterjemahkan Rumah Tahfidz Al-Furqan Bongki menjadi sebuah peradaban Qur'ani di Sinjai, Sulawesi Selatan, daerah para Panritta.
Al-Furqan tak sekadar menjadi rumah untuk kegiatan menghapal saja. Di sana, para santri diajak untuk bertadabbur Qur'an sedari dini, menyelami mutiara hikmah.
Berawal dari ngaji ala kampung, lembaga tahfiz Quran di Kampung Tanjung Manggis, Kubu Raya, semakin berkembang. Awal hanya ada 4 santri, kini menjadi 30 orang.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menargetkan seluruh desa di wilayahnya memiliki penghapal Al-Qur'an, yaitu di 5.957 desa. Sekarang sudah ada 2.200 hafizh 30 juz.
Bupati Mamuju, Sulbar, Sutinah Suhardi Duka, menargetkan satu pondok Tahfiz Quran atau penghafal Quran di setiap desa sekaligus untuk pembinaan gerasi muda.