KKP Respons Keluhan Pelaku Usaha Ikan Hias di Medsos
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 14 Februari 2022 - 19:05 WIB
BKIPM Yogyakarta merespons cepat keluhan pelaku usaha ikan hias di media sosial. (Foto: Dok. KKP)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Yogyakarta bergerak cepat dalam merespon keluh kesah para pelaku usaha ikan hias di kota pelajar. Hal tersebut menanggapi sejumlah permasalahan yang dihadapi pedagang ikan hias di Yogyakarta.
Kepala BKIPM Yogyakarta, Edi Santoso mengatakan pihaknya langsung melakukan aksi jemput bola dan memberikan pendampingan serta edukasi kepada pelaku usaha ikan hias. "Kita datangi langsung ke pelaku usaha setelah sebelumnya kita berkomunikasi secara intens di media sosial," kata Edi di kantornya, Sleman, dilansir dari laman resmi KKP, Senin (14/2/2022).
Baca juga:Tips Budidaya Ikan Guppy, Cara Merawat dan Pemilihan Indukan
Saat berkunjung ke pelaku usaha, Edi dan tim langsung mencari akar permasalahan. Selanjutnya, tim BKIPM Yogyakarta memberikan masukan serta konsultasi agar permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha bisa diselesaikan. "Kita memberikan pemahaman dan solusi kepada yang bersangkutan dan alhamdulillah, direspon dengan baik," ujarnya.
Edi menyatakan keseriusan KKP khususnya BKIPM Yogyakarta dalam mengawal sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya, media sosial bisa menjadi ruang komunikasi efektif antara lembaga dengan masyarakat, khususnya pelaku usaha. "Kita serius mengawal sektor kelautan dan perikanan. Media sosial bisa menjadi pintu komunikasi yang baik antara kita dengan masyarakat," jelas Edi.
Pelaku usaha ikan hias, Heru Ardi Windarto mengapresiasi kesigapan KKP dalam merespon keluhan masyarakat. Dia pun berterimakasih atas pendampingan dan edukasi dari petugas BKIPM Yogyakarta yang secara langsung dilakukan di lokasi atau tempat pelaku usaha.
Baca juga:Dorong Pengembangan Budi Daya, IPB Datangkan 1.000 Ikan Hias
Kepala BKIPM Yogyakarta, Edi Santoso mengatakan pihaknya langsung melakukan aksi jemput bola dan memberikan pendampingan serta edukasi kepada pelaku usaha ikan hias. "Kita datangi langsung ke pelaku usaha setelah sebelumnya kita berkomunikasi secara intens di media sosial," kata Edi di kantornya, Sleman, dilansir dari laman resmi KKP, Senin (14/2/2022).
Baca juga:Tips Budidaya Ikan Guppy, Cara Merawat dan Pemilihan Indukan
Saat berkunjung ke pelaku usaha, Edi dan tim langsung mencari akar permasalahan. Selanjutnya, tim BKIPM Yogyakarta memberikan masukan serta konsultasi agar permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha bisa diselesaikan. "Kita memberikan pemahaman dan solusi kepada yang bersangkutan dan alhamdulillah, direspon dengan baik," ujarnya.
Edi menyatakan keseriusan KKP khususnya BKIPM Yogyakarta dalam mengawal sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya, media sosial bisa menjadi ruang komunikasi efektif antara lembaga dengan masyarakat, khususnya pelaku usaha. "Kita serius mengawal sektor kelautan dan perikanan. Media sosial bisa menjadi pintu komunikasi yang baik antara kita dengan masyarakat," jelas Edi.
Pelaku usaha ikan hias, Heru Ardi Windarto mengapresiasi kesigapan KKP dalam merespon keluhan masyarakat. Dia pun berterimakasih atas pendampingan dan edukasi dari petugas BKIPM Yogyakarta yang secara langsung dilakukan di lokasi atau tempat pelaku usaha.
Baca juga:Dorong Pengembangan Budi Daya, IPB Datangkan 1.000 Ikan Hias