LANGIT7.ID, Jakarta -
Budidaya Ikan Guppy mulai menggeliat akhir-akhir ini. Ikan hias air tawar tersebut semakin dilirik para pehobi di masa pandemi Covid-19 dua tahun terakhir.
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2020, volume produksi ikan hias periode 2015-2019 meningkat dari 1,31 miliar ekor menjadi 1,68 miliar ekor yang tersebar di 21 provinsi untuk ikan hias air tawar.
Salah satunya ikan bertubuh kecil yang memiliki keindahan warna yang kontras dan sirip yang panjang. Guppy menjadi primadona penghias aquascape. Sehingga, hal itu mendorong pelaku usaha untuk membudidayakannya.
Baca Juga: Dorong Pengembangan Budi Daya, IPB Datangkan 1.000 Ikan HiasSeperti yang dimanfaatkan Elhgy, pemilik Elhgy Guppy Farm, yang berfokus pada budi daya guppy berjenis strain red lace, blue lace, dan yellow lace.
Menurutnya, guppy strain ini populer di pasar dalam negeri dengan permintaan pasar tertinggi dari pulau Sumatera dan Pulau Jawa
"Guppy red lace mempunyai ciri khas warna dominan biru dengan gradasi putih dan hitam dengan sedikit corak. Untuk guppy blue lace juga hampir sama hanya saja yang membedakan warna dominannya biru, begitupun dengan guppy yellow lace dengan warna dominan kuning," katanya dikutip, Senin (14/2/2022).
Dia menyebut, untuk bisa membudidayakan guppy, parameter utama yang harus diperhatikan yakni kualitas air, pakan, dan kualitas indukan.
"Induk ikan guppy harus mempunyai genetik yang jelas, bukan campuran dari beberapa genetik. Ini dilakukan jika ingin menghasilkan ikan dengan kualitas yang baik," ujarnya.
Indukan ini, kata dia, dapat dipilih ketika berusia tiga bulan karena telah memasuki masa siap pijah. Kondisi fisik ikan jantan harus memiliki warna yang cerah dan tidak ada cacat pada semua bagian tubuhnya.
Sementara indukan betina, dipilih dengan ciri fisik ikan yang tidak ada campuran warna lain agar genetik ikan jantan lebih dominan terhadap anaknya.
"Kualitas air yang paling diperhatikan yakni dari suhu. Karena jika terlalu dingin atau terlalu panas akan mengganggu kehidupan ikan," katanya.
Dia menambahkan, pakan yang diberikan lebih difokuskan pada pelet Mem prime, karena lebih ekonomis dan mudah didapatkan. Menurutnya, pakan alami seperti artemia juga bisa diberikan, tapi akan memerlukan sedikit proses lebih lama.
"Jika pada ikan hias lain banyak menggunakan cacing sutra, pada pemeliharaan guppy cukup jarang digunakan, karena dikhawatirkan membawa penyakit," kata dia.
(bal)