Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

KKP Serahkan Bantuan untuk Pembudidaya Ikan Nila di Karawang

hasanah syakim Ahad, 27 Maret 2022 - 18:35 WIB
KKP Serahkan Bantuan untuk Pembudidaya Ikan Nila di Karawang
Tambak di Kabupaten Karawang (foto: KKP)
LANGIT7.ID, Karawarang - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyerahkan bantuan ke pembudidaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat berupa 1 unit ekskavator, 5 paket pengelolaan irigasi tambak partisipatif, paket bantuan kampung perikanan budi daya dan 400 ribu lebih benih ikan nila.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu biasa disapa Tebe, mengatakan melalui bantuan tersebut KPP akan mencanangkan Kampung Perikanan Budidaya Ikan Nila Salin di Desa Sedari, Kabupaten Karawang Jawa Barat.

“Kendati bantuan yang diberikan belum banyak namun diharapkan dapat menjadi pemicu semangat masyarakat pembudidaya untuk meningkatkan produktivitas,” ujar Tebe dalam keterangannya dikutip Minggu (27/3/2022).

Baca juga: Budidaya Rumput Laut di Perairan Jailolo Terus Meningkat

Menurutnya, bantuan yang diberikan sekaligus dijadikan sebagai pemantik keterlibatan masyarakat sekitar untuk mereplikasi sistem budi daya yang dibangun.

"Saya telah mendapat laporan bahwa produksi nila salin di desa ini angkanya luar biasa, bisa mencapai lebih dari 60 ton per hektare dalam setahun," kata Tebe.

Tebe menjelaskan, Kampung Perikanan Budidaya Ikan Nila Salin ini menjadi salah satu dari 130 kampung perikanan budidaya yang sebelumnya ditetapkan KKP melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2021 dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2022 tentang Kampung Perikanan Budidaya.

Menurut Tebe, melalui pembangunan kampung perikanan budi daya di Desa Sedari ini, dia yakin akan semakin tertata rapi di samping produksinya yang akan terus meningkat.

“Kebijakan subsektor perikanan budidaya di wilayah Pantai Utara Pulau Jawa akan dialihkan kepada komoditas selain udang, terutama yang memiliki daya tahan lebih tinggi terhadap penyakit namun tetap bernilai ekonomi tinggi. Nila salin menjadi salah satu komoditas yang memenuhi kriteria tersebut,” ungkapnya.

Baca juga: Temukan Pelanggaran, KKP Setop Operasi Kapal Penambang Pasir di Perairan Bangka

Tebe menuturkan, pihaknya memiliki Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang yang dapat menyediakan benih bermutu yang berasal dari induk unggul dengan harga yang terjangkau.

“Apabila benih belum mencukupi, kami juga bisa datangkan dari UPT kami yang lain seperti Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Sukamandi, hingga ke Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo," kata Tebe.

Tebe juga berharap, berbagai bantuan yang disalurkan seperti excavator dan paket pengelolaan irigasi tambak partisipatif dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membenahi tambak dan saluran pengairan agar menjadi lebih produktif sehingga KKP dapat fokus pada peningkatan kesejahteraan pembudidaya.

Sementar itu, Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Karawang, Abu Bukhori menyatakan bahwa prospek budidaya nila salin di Karawang menjadi sangat menjanjikan semenjak pembatasan KJA dilakukan di Waduk Jatiluhur.

“Melalui pembangunan kampung perikanan budidaya ini, kami berharap potensi tambak seluas 18 ribu hektare di Kabupaten Karawang dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga target peningkatan produksi dapat tercapai serta kesejahteraan masyarakat khususnya pembudidaya dapat terwujud,” kata Bukhori.

Baca juga: KKP Respons Keluhan Pelaku Usaha Ikan Hias di Medsos

Luas area budidaya ikan nila di Desa Sedari Kabupaten Karawang mencapai 250 hektare dengan rata-rata luas lahan sebesar 2-7 hektare per petak tambak. Sebanyak 10 Pokdakan dengan 105 anggota pembudidaya yang ada di Desa Sedari dapat memproduksi 62,5 ton ikan nila dengan nilai produksi mencapai Rp1,125 miliar per bulan.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)