LANGIT7.ID, Jakarta - Memulai usaha dengan ternak ayam kampung (ayam Jawa) ternyata bisa menjadi pilihan, selain mudah merawatnya, ayam kampung juga tahan penyakit. Sehingga siapa sangka jika ternak atau budidaya ayam kampung ini bisa untung hingga dua kali lipat dari ayam potong.
Hal tersebut dilakukan Sumidi, peternak Ayam Kampung asal Gunung Kidul sukses meraup keuntungan berlipat dari ternak ayam kampung miliknya. Bahkan pemasaran ayam kampung ini sudah bisa dilakukan mulai dari umur 60 hari.
"Panen sekali ayam kampung sama dengan dua kali ayam potong, terlebih saat bulan puasa permintaan biasanya sangat tinggi," kata Sumidi dalam tayangan YouTube CapCapung, dikutip Rabu (5/10/2022).
Menurut dia, semua itu berawal dari keinginn untuk berusaha, maka Allah Ta'ala akan memberikan kemudahan serta hasil yang maksimal. "Karena kalau mau berusaha, Allah pasti memberikan hasilnya," ujar Sumidi.
Sumidi mengatakan, selama memutuskan untuk menjalani aktivitas berternak ayam kampung, dirinya hampir tidak pernah ada hambatan, sehingga beternak ayam kampung punya peluang usaha menjanjikan.
"Awal kami tertarik pada ayam Jawa ini, pertama ayam Jawa ini mudah perawatannya, kedua tahan penyakit dari makanan, minumnya pun sangat sederhana kadang pakai suplemen, kadang hanya pakai gula jawa, jahe, dan sebagainya," ujarnya.
Baca Juga: Harga Telur Melonjak Tinggi, Kemendag Ungkap PenyebabnyaMenurut dia, dalam membudidayakan ayam kampung memang dibutuhkan suplemen-suplemen alami, sehingga ayam kampung memiliki kekebalan tubuh yang begitu tinggi.
"Kedua, dagingnya bagus sekali lain dari ayam-ayam yang lain. Ketiga, tingkat kotoran dan baunya di masyarakat ini tidak ada satupun yang komplain kepada kami," tuturnya.
Sumidi mengatakan, lain halnya ayam potong yang setiap saat selalu ada komplain dari masyarakat, karena tingkat kekotorannya ataupun baunya teramat menyengat.
"Untuk pemasarannya tidak terlalu sulit, banyak sekali permintaan dari warung-warung bahkan yang besar sekitar umur 75 hari sudah bisa dipesan," tutur dia.
Terbutki hingga kini, pihaknya mendapatkan penghasilan yang cukup menjanjikan dari ternak ayam kampung di daerahnya. "Dan sebetulnya kalau kita memelihara 50 ataupun 70 hari, bahasanya sudah bisa diimbangkan dengan ayam potong panen dua kali pesan," ujarnya.
(zhd)