LANGIT7.ID, Kab. Halmahera Barat - Produktivitas budidaya rumput laut di perairan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara mengalami peningkatan. Sejak tahun 2017 silam, bermula hanya digeluti oleh 10 pembudidaya, kini terdapat sekitar ratusan pembudidaya untuk memenuhi kebutuhan dasar pasar domestik maupun ekspor.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan jika produksi yang dikembangkan semakin bagus, maka semakin besar pula potensi kesejahteraan bagi masyarakat di sekitaran perairan tersebut.
“Bertani rumput laut jadi makin sejahtera ya? Kalau potensi di sini bagus jadi ya dikembangkan saja. Kalau produksi makin bagus, semakin besar, makin sejahtera," ujar Trenggono dalam rilis dikutip, Rabu (8/3/2022).
Baca juga: Peran Ekspor Tinggi, Indonesia Manfaatkan Peluang Komoditas Rumput LautDi tahun 2019, hasil produksi mencapai 600 ton basah dan 60 ton kering menjadi angka tertinggi. Rumput laut Jailolo sebagian besar dipasarkan Surabaya, Jawa Timur. Bahkan, rumput laut dari kelompok budidaya ini selalu mendapat tawaran kerja sama dari investor domestik.
"Kita siap dari pusat membantu. Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon bekerja sama dengan pemerintah daerah, dinas di sini, bantu dan dampingi agar potensinya dapat dimanfaatkan dengan baik," kata Trenggono.
Menurutnya, rumput laut termasuk dalam komoditas ekspor unggulan Indonesia bersama udang dan tuna cangkang. Sehingga dia mendorong kegiatan budidaya rumput laut di Jailolo terus tumbuh, sebab memiliki potensi yang besar, baik lahan maupun pasar.
Baca juga: Makanan Maluku yang Menggugah Selera, dari Ikan Kuah Pala Banda hingga Papeda“Dari 100 persen potensi lahan, yang baru termanfaatkan sekitar 10 persen. Nilai ekspornya sepanjang tahun lalu mencapai 345 juta US Dollar,” ujar Trenggono.
Trenggono menuturkan, rumput laut juga menjadi salah satu komoditas budidaya berorientasi ekspor yang sedang digenjot produktivitasnya, sesuai dengan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2021-2024.
“Selain rumput laut ada juga udang, lobster, dan kepiting. Sebagai upaya dalam mendukung berkembangnya budidaya rumput laut di Jailolo, KKP memberikan bantuan sarana budidaya berupa kebun bibit rumput laut (KBRL),” ungkapnya.
Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga turut serta dalam pendampingan dari penyuluh perikanan kepada para pembudidaya. Menurutnya, KKP siap memberikan pinjaman modal melalui BLU LPMUKP.
(sof)