LANGIT7.ID, Subang - Ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi yang cukup banyak ditemui di pasaran. Bahkan, peluang Ikan Nila tidak hanya diminati di pasar domestik, tapi juga global.
Data Badan Pusat Statistik (
BPS) tahun 2020, ekspor Nila Indonesia ke pasar global mencapai 12,29 ribu ton dengan nilai USD78,44 juta.
Selain banyak peminatnya,
potensi bisnis ikan yang disebut aquatic chicken ini juga dikarenakan budi dayanya yang terbilang mudah.
Seperti muslim asal Subang, Dian Kustiadi yang membudidayakan Nila dengan sistem bioflok. Dalam budi dayanya itu, dia menggunakan kolam dengan diameter 2 - 4 meter dengan metode tebar padat 125-150 benih.
Baca Juga: Jiwa Wirausaha Bisa Tumbuh karena Sikap Cerdas dan Kritis"Hasilnya, ikan lebih gemuk dan kualitasnya cukup terkontrol, juga hemat penggunaan air," kata dia dikanal YouTube CapCapung dikutip, Ahad (27/2/2022).
Menurut dia, kualitas ikan yang lebih baik itu dikarenakan sistem bioflok yang berusaha membuat ikan tidak hanya memakan apa yang diberikan, tapi juga hasil olahan mikroorganisme atau bakteri baik yang ada.
Lewat usahanya yang bernama Pandawa Fisheries itu, kini dia mampu memasarkan hasil panennya hingga menjangkau luar Subang, seperti Bandung, Jakarta, dan Bekasi.
"Pelanggan mengatakan bahwa ikan kami adalah ikan super, karena dagingnya tebal dibandingkan dengan daging ikan lainnya. Dari keuntungan itu, kami olah kembali untuk menambah kolam," ujarnya.
Sementara untuk menambah nilai jual, Dian menjadikan produk turunan nila yang dikemas beserta bumbu kuning. Menurutnya, hal itu sangat membantu meningkatkan nilai jual Nila.
"Katakanlah kita jual ikan Rp25 ribu per kilogram, kita tambahkan sedikit bumbu dengan kemasan, bisa dihargai menjadi Rp35 ribu untuk setengah kilogramnya," katanya.
Apalagi, ikan nilai juga bisa diolah hingga zerowaste. Artinya, Nila dapat diolah filet, yang kemudian kulitnya dijadikan kerupuk, serta tulangnya bisa dijadikan tepung.
Untuk sukses dalam usaha, lanjut dia, diperlukan aksi ketimbang teori. Untuk itu, Dian mendorong para pengusaha pemula, khususnya di bidang budi daya ikan konsumsi agar bisa memiliki kemauan dan perjuangan yang lebih untuk mengembangkan usaha.
(bal)