LANGIT7.ID, Jakarta - Jiwa
wirausaha seseorang ternyata bisa tumbuh karena sikap cerdas dan kritis melihat situasi. Buktinya pandemi Covid-19 malah mendorong pertumbuhan bisnis digital.
Inisiator Kampung Warna-Warni Jodipan, Jamroji menyebutkan, bidang usaha pada dasarnya bisa dibangun berbasis pada keluhan.
"Jika kita cerdas dan kritis, keluhan itu bisa menjadi sumber ide membangun sebuah unit usaha mandiri. Bahkan bisa menjadi solusi bagi permasalahan sosial, menjadi sociopreneurship," ujar Jamroji dalam keterangannya, dikutip Selasa (22/2/2022).
Untuk itu, dia menekankan perlu adanya pengembangan sikap kritis sejak dini, sehingga kepekaan akan peristiwa yang terjadi, dapat melahirkan sociopreneur.
Baca Juga: Investasi Pada Masa Rasulullah, Bisa Untung Meski Tak Punya Uang"Tujuan utamanya tentu untuk membantu masyarakat. Sementara pendapatan bonus yang kita peroleh. Ada dua modal penting yang harus dimiliki dalam membangun sociopreneur ini, yakni kepekaan sosial dan kemampuan kritik sosial," ujarnya.
Sementara itu, inisiator Pondok Sinau Lentera Nusantara, Hutri Agustino menuturkan, angka wirausaha di Indonesia naik dari 13 persen pada Februari 2020 menjadi 25 persen di Oktober 2020.
Kenaikan jumlah minat wirausaha tersebut menjadi peluang yang terlahir dari permasalahan sosial akibat pandemi.
"Sociopreneurship dapat menjadi cara baru yang tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial semata, tapi juga keuntungan sosial. Sekaligus dapat menjadi bagian dari jalan keluar atas masalah di tengah dihadapi masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Begini Cara Jadi Konten Kreator YouTube, Cukup 3 Modal GratisSetidaknya, terdapat beberapa model bisnis sosial yang sangat memungkinkan dilakukan di masa sekarang. Di antaranya seperti jenis entrepreneur support model, market intermediary model, employment model, fee for service model dan lainnya.
"Seperti brand Kopi Tuli, yakni unit usaha yang melibatkan teman-teman tuli. Ini merupakan bentuk social entrepreneur yang tidak hanya sekadar mencari profit, tapi juga memberikan lapangan pekerjaan untuk teman-teman tuli," ujarnya.
(bal)