LANGIT.ID, Jakarta - Ada 4 tips memulai usaha
budi daya ikan. Salah satunya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada semaksimal mungkin, seperti aliran sungai atau perairan pantai.
Seperti mantan pemain Timnas U16 2013, Habib Arif Fadhilla yang beralih profesi menjadi pembudi daya ikan nila dengan modal nekat. Arif membudi dayakan ikannya dengan memanfaatkan
aliran sungai yang ada di sekitar lingkungan warga.
Dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, Arif mampu menjual sebanyak 5 kuintal ikan konsumsi dalam sehari. Berikut tips budi daya ikan konsumsi yang dibagikan Arif di kanal YouTube
CapCapung:
1. NiatMenurutnya, setiap usaha yang dilakukan perlu diawali dengan niat kuat. Niat ini juga perlu dibarengi dengan keyakinan agar bisa menjadi aksi nyata untuk berbudi daya.
"Terpenting kalau kita mau mulai usaha itu harus ada niat dibarengi dengan keyakinan. Tidak perlu memikirkan hal jauh ke depan, termasuk soal penjualan dan lainnya," kata dia dikutip Rabu (23/11/2022).
2. Media SosialMedia sosial juga bisa dimanfaatkan dengan baik untuk perkembangan usaha. Mulai dari belajar budi daya sampai kepada proses akhir penjualan hasil panen.
"Kita kan di eranya digital, jadi nanti bisa posting lewat Facebook atau yang lainnya. Sehingga untuk masalah penjualan tidak perlu khawatir, begitu juga dengan budi daya yang bisa dipelajari," katanya.
3. Pemanfaatan Sumber DayaArif menyebutkan, sumber daya di sekitar juga mesti dimanfaatkan semaksimal mungkin. Seperti dirinya yang memanfaatkan aliran sungai di sekitar lingkungan warga untuk media budi dayanya.
"Manfaatkan apa yang ada di sekeliling kita, seperti di sini yang memanfaatkan sungai. Kalau tidak ada, bisa pakai kolam terpal."
Semua tantangan itu, lanjut dia, bisa diselesaikan asalkan ada keinginan untuk melakukannya. Sehingga melakukan aksi merupakan faktor penting dalam setiap usaha, khususnya budi daya ikan konsumsi.
4. PakanSalah satu hal penting dalam budi daya makhluk hidup seperti ikan nila adalah dengan memenuhi kebutuhan pakannya. Arif sendiri mengaku memberikan pakan sebanyak dua kali dalam sehari.
"Kita kasih pakan pagi dan sore. Untuk pagi sekitar pukul 07.00-08.00, sementara sore sehabis salat Ashar. Juga pakan tambahan dedaunan hijau, seperti daun pepaya atau daun talas," ungkapnya.
(bal)