Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

5 Cara Mulai Bisnis dari Nol, Jangan Pernah Takut Gagal

mahmuda attar hussein Ahad, 13 November 2022 - 13:00 WIB
5 Cara Mulai Bisnis dari Nol, Jangan Pernah Takut Gagal
Ilustrasi memulai bisnis dari nol. (Foto: Istimewa)
LANGIT.ID, Jakarta - Ada 5 cara mulai bisnis mulai dari nol. Semua tips ini patut dicoba, dan hal yang patut dihindari ialah takut gagal sebelum benar-benar melangkah berwirausaha.

Modal utama dalam berbisnis yakni memiliki keberanian dan mengambil keputusan. Jadi pastikan Sahabat Langit7 punya tekad dan niat kuat untuk memulainya.

Berikut 5 cara memulai bisnis dari nol menurut konten kreator sekaligus mentor bisnis, Dewa Eka Prayoga, dikutip dari kanal YouTubenya:

1. Perhatikan sektor industri

Memulai bisnis dari nol mesti memperhatikan sektor industri yang dipilih. Dalam hal ini riset menjadi kunci penting yang harus diperhatikan.

Baca Juga: Bukan demi Kaya, UAH: Orang Islam Berbisnis untuk Bisa Ibadah

Cermati seberapa besar peluang industri bisnis yang digarap. Misalnya dalam industri kesehatan dan kecantikan, Sahabat Langit7 mesti meriset perihal besaran pangsa pasarnya.

Riset ini juga termasuk kompetitor yang telah lebih dulu memulainya. Sehingga Sahabat bisa memikirkan diferensiasi dalam produk yang dihadirkan nanti.

2. Perhatikan ancaman pesaing

Peluang kehadiran pesaing baru dalam sektor bisnis yang sama akan selalu ada. Untuk mengatasinya dibutuhkan sebuah strategi khusus, seperti membuat program yang sulit untuk ditiru.

"Jadi buatlah sebuah entry barrier yang sangat tebal dan sulit ditembus. Sebab, semakin mudah Anda memulai bisnis maka peluang ditiru orang lain juga semakin besar, begitu juga sebaliknya," ujar dia dikutip Ahad, (13/11/2022).

3. Daya tawar supplier

Ada kalanya bisnis memiliki ketergantungan dengan pihak supplier. Untuk itu, sebisa mungkin jangan sampai hanya memiliki satu supplier saja.

Muslim yang dijuluki Dewa Selling ini menegaskan, pebisnis yang memiliki ketergantungan dengan supplier tunggal, bisa jadi perkembangan bisnisnya sangat tergantung dengan supplier.

"Jadi kalau di sektor fesyen muslim paling tidak kita punya penjahit atau konveksi yang banyak. Dikhawatirkan kalau bahan bakunya mahal, nanti penjahit tunggal ini akan merasa punya daya tawar karena tahu Anda memiliki ketergantungan dengannya," kata dia.

4. Daya tawar pembeli

Demi mendapatkan profit tinggi, pebisnis akan menjual produknya dengan harga mahal. Namun dari sisi pembeli justru sebaliknya.

"Maka Anda harus mampu menciptakan sebuah daya tawar yang memang tidak bisa ditawar lagi. Caranya dengan mengedepankan nilai, seperti menghadirkan produk dengan kualitas tinggi," ujarnya.

5. Ancaman produk pengganti

Hal ini biasa terjadi pada produk kosmetika. Di mana orang-orang sering gonta-ganti produk karena alasan kecocokan pada kulit.

"Cara mengatasinya dengan menghadirkan produk atau layanan yang tidak mudah diduplikat. Selain itu, pastikan Anda juga memanfaatkan peluang diversifikasi produk yang dibutuhkan konsumen," katanya.

Misalnya, selain menghadirkan produk krim wajah, diversifikasi ini juga bisa menghadirkan peluang untuk meluncurkan produk obat kecantikan yang dikonsumsi secara oral.

"Tips itu semua bisa langsung dijalankan, dan jangan lupa untuk rutin melakukan evaluasi setiap pekan atau bulanan. Jadi memulai bisnis dari nol bisa dilakukan tanpa harus takut gagal dan takut bangkrut," tambahnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)