home global news

Di Balik Pelarangan Hijab di India

Rabu, 16 Februari 2022 - 21:31 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Larangan jilbab di berbagai perguruan tinggi di negara bagian Karnataka, India Selatan, memicu demonstrasi besar-besaran oleh umat Islam setempat. Pelarangan itu disinyalir upaya sayap kanan Hindu memaksakan nilai-nilai mayoritas ke kaum minoritas.

Larangan diskriminatif tersebut mendapat dukungan dari Partai Bharatiya Janata (BJP), yang menjalankan pemerintahan di Karnataka. BJP telah berkampanye selama beberapa dekade untuk penerapan Uniform Civil Code (UCC), yang diyakini sama dengan penerapan hukum Hindu.

200 juta minoritas muslim yang khawatir menilai pelarangan hijab itu melanggar kebebasan beragama. Padahal, kebebasan beragama mendapat jaminan dari konstitusi India.

Demonstrasi besar-besaran itu terjadi sebagai respons atas video sekelompok muslimah berkumpul di depan perguran tinggi, sebab tak diizinkan masuk. Video yang telah viral di sosial media mengundang solidaritas dari umat Islam seluruh penjuru India. Mereka menuntut agar pengadilan mencabut larangan tersebut.

Meski demonstrasi terjadi di mana-mana, namun pemerintah tidak mengindahkan tuntutan tersebut. Pemerintah justru meminta perguruan tinggi memperketat pelarangan hijab.

Syed Sarfraz, seorang aktivis mahasiswa, mengatakan, pemerintah mendorong dan mendukung kelompok nasionalis Hindu untuk menentang jilbab.

"Beberapa video telah muncul dari berbagai distrik di mana para pemimpin kelompok nasionalis Hindu termasuk di antara pengunjuk rasa anti-hijab yang mengenakan selendang kunyit,” tambah Sarfraz, dikutip Al-Jazeera, Rabu (16/2/2022).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
india muslim india nasionalisme hindu ekstremisme hindu
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya