home edukasi & pesantren

Wayang dalam Pandangan Islam, Cara Brilian Sunan Kalijaga Mengislamkan Budaya

Kamis, 17 Februari 2022 - 16:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Akhir-akhir ini ramai perbincangan mengenai kesenian wayang. Kesenian tersebut sudah ada sebelum Islam masuk ke Nusantara. Wayang kulit merupakan mahakarya besar milik nenek moyang kaum bumiputra.

Kala itu, wayang seperti simbol kemajuan peradaban. Keberagaman jenis wayang kulit, dari wayang purwa hingga beber, menjadi buktinya. Cerita, bahasa, hingga situasi kisah wayang kerap dianggap sumber kearifan lintas zaman.

Wayang eksis sedari masa Hindu, Buddha, serta Islam. Bahkan, wayang digunakan menjadi media dakwah yang punya andil besar dalam perkembangan Islam di Nusantara. Tokoh muslim yang identik dengan dakwah melalui wayang tentu saja Sunan Kalijaga, salah satu ulama dari Walisongo.

Namun, tak ada yang mampu menjelaskan secara rinci terkait kapan pastinya wayang kulit masuk ke Nusantara. Ada yang menyebut wayang kulit telah masuk sejak masa kejayaan Hindu-Buddha. Ada pula yang mengungkap wayang sejatinya telah hadir jauh hari sebelum Hindu-Buddha atau pengaruh budaya India tiba di Nusantara.

Pada masa kejayaan Islam di Nusantara, eksistensi wayang justru menigkat. Kaum bumiputra kala itu tak melihat Islam sebagai ancaman. Cerita wayang kulit yang awalnya dominan budaya Hindu mulai disisipi literatur Islam sebagai inspirasi. Cabolek, Centhini, dan Tajusalatin menjadi beberapa contoh.

Dalam deretan kesusteraan itu, unsur-unsur Islam terlihat mulai masuk dalam cerita wayang. Toleransi tingkat tinggi para elit kerajaan menyebabkan lapisan bawah dengan mudah tertarik memeluk Islam. Budaya Hindu dimasuki unsur Islam, dan umat Hindu dengan senang dan bahkan bangga karena budaya mereka dianggap bisa sejalan dengan Islam.

"Misalnya, kesenian wayang kulit disisipi cerita-cerita tentang Islam, bahkan kemudian para penyebar Islam terutama Walisongo memakai wayang kulit sebagai peraga dakwah. Istilah-istilah pun bisa beralih secara perlahan, misalnya, senjata sakti kalimosodo (kalimasada) berasal dari kalimat syahadat, dan seterusnya," kata Putu Setia dalam buku Bali yang Meradang (2008).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
wali songo sunan kalijaga buya yahya wayang budaya indonesia
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya