Pemerintah Targetkan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem pada 2023
Mahmuda attar hussein
Kamis, 17 Februari 2022 - 17:24 WIB
Ilustrasi penghapusan kemiskinan ekstrem. (Foto: Istimewa).
Pemerintah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem menjadi sebesar 1,5 persen sampai dua persen pada 2023. Angka kemiskinan diprediksi berkurang 2,5 juta-3 juta orang.
"Kira-kira, kita dapat mengurangi kemiskinan 2,5 juta-3 juta orang dan diharapkan semakin kecil dan menjadi 0-1 persen pada akhir tahun 2024," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Kepala Bappenas), Suharso Monoarfa dalam Kick Off Meeting Penyusunan RKP 2023 secara daring di Jakarta, Kamis (17/2/2022).
Melalui percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem juga diharapkan proporsi penduduk yang tercakup dalam program jaminan sosial mencapai 91 persen dan nilai tukar petani/nelayan 103-105/105-107.
Baca Juga:Sri Mulyani Sebut Sumber Pemulihan Ekonomi 2023 Berasal dari Non-APBN
Sasaran tersebut, kata dia, merupakan salah satu dari delapan sasaran dan indikator fokus RKP 2023 yang mengangkat tema peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Melalui upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia prevalensi stunting pada balita diharapkan dapat ditekan menjadi 17,5 persen pada tahun 2003 dan diharapkan menjadi 14 persen pada akhir tahun 2024," ujarnya.
Kemudian, sasaran dan indikator fokus RKP 2023 yang ketiga adalah penanggulangan pengangguran disertai peningkatan decent job dengan proporsi pekerja yang bekerja pada bidang keahlian menengah dan tinggi sebanyak 43 persen.
"Kira-kira, kita dapat mengurangi kemiskinan 2,5 juta-3 juta orang dan diharapkan semakin kecil dan menjadi 0-1 persen pada akhir tahun 2024," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Kepala Bappenas), Suharso Monoarfa dalam Kick Off Meeting Penyusunan RKP 2023 secara daring di Jakarta, Kamis (17/2/2022).
Melalui percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem juga diharapkan proporsi penduduk yang tercakup dalam program jaminan sosial mencapai 91 persen dan nilai tukar petani/nelayan 103-105/105-107.
Baca Juga:Sri Mulyani Sebut Sumber Pemulihan Ekonomi 2023 Berasal dari Non-APBN
Sasaran tersebut, kata dia, merupakan salah satu dari delapan sasaran dan indikator fokus RKP 2023 yang mengangkat tema peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Melalui upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia prevalensi stunting pada balita diharapkan dapat ditekan menjadi 17,5 persen pada tahun 2003 dan diharapkan menjadi 14 persen pada akhir tahun 2024," ujarnya.
Kemudian, sasaran dan indikator fokus RKP 2023 yang ketiga adalah penanggulangan pengangguran disertai peningkatan decent job dengan proporsi pekerja yang bekerja pada bidang keahlian menengah dan tinggi sebanyak 43 persen.