Doa Mustajab Seorang Ibu
Mimpi Wasitah Si Penjual Tempe yang Ingin Miliki Keturunan Ahlil 'Ilmi
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 19 Februari 2022 - 11:05 WIB
Mendiang ibu Wasitah bersama Muhammad Hanifuddin. Foto: M. Hanif
Doa seorang ibu adalah doa mustajab yang didambakan anak-anaknya. Dalam Islam, banyak keutamaan seorang ibu yang dijelaskan dalam Alquran dan hadist.
Doa ibu pula yang dirasakan Muhammad Hanifudin yang membagikan kisah ibunya di Twitter. Hanif berkisah tentang ibunya, Wasitah yang bukan keturunan kyai ataupun priyayi. Tidak pernah mondok ataupun berlatar belakang santri.
"Ibuku hanyalah penjual tempe dan bapakku seorang petani," cuit Hanif mengawali kisahnya melalui akun @SejarahUlama.
Baca juga: Sosok Syaikh Nawawi yang Namanya Menjadi Nama Jalan di Jakarta
"Tapi ibuku sangat suka mendengarkan pengajian, setiap hari kaseh KH Zainuddin MZ diputar berulang-ulang. Hingga aku hampir hafal setiap detail urutan perkataan yang disampaikan. Suatu hari ibuku mendengar keterangan dari kitab Ta'limul Muta'allim," jelasnya.
Hanif melanjutkan dari keterangan kitab tersebut disebutkan jika ingin mempunyai keturunan yang ahlil 'ilmu (santri) maka harus rajin sedekah ke santri. Satu hal ini dipegang dengan teguh sang ibu untuk kemudian mengamalkannya.
"Sering ibu mengirim makanan ke santri yang ada di dekat rumah, pondok pesantrennya Kyai Charir (almarhum). Bahkan, sengajara mengundang santri untuk datang ke rumah," kisahnya.
Doa ibu pula yang dirasakan Muhammad Hanifudin yang membagikan kisah ibunya di Twitter. Hanif berkisah tentang ibunya, Wasitah yang bukan keturunan kyai ataupun priyayi. Tidak pernah mondok ataupun berlatar belakang santri.
"Ibuku hanyalah penjual tempe dan bapakku seorang petani," cuit Hanif mengawali kisahnya melalui akun @SejarahUlama.
Baca juga: Sosok Syaikh Nawawi yang Namanya Menjadi Nama Jalan di Jakarta
"Tapi ibuku sangat suka mendengarkan pengajian, setiap hari kaseh KH Zainuddin MZ diputar berulang-ulang. Hingga aku hampir hafal setiap detail urutan perkataan yang disampaikan. Suatu hari ibuku mendengar keterangan dari kitab Ta'limul Muta'allim," jelasnya.
Hanif melanjutkan dari keterangan kitab tersebut disebutkan jika ingin mempunyai keturunan yang ahlil 'ilmu (santri) maka harus rajin sedekah ke santri. Satu hal ini dipegang dengan teguh sang ibu untuk kemudian mengamalkannya.
"Sering ibu mengirim makanan ke santri yang ada di dekat rumah, pondok pesantrennya Kyai Charir (almarhum). Bahkan, sengajara mengundang santri untuk datang ke rumah," kisahnya.