Ustadz Adi Hidayat: Ada Sisi Positif dalam Isu Mata Uang Kripto
Mahmuda attar hussein
Senin, 21 Februari 2022 - 12:10 WIB
Sisi positif mata uang kripto. (Foto: Istimewa).
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, mata uang kripto tidak memiliki masalah dalam timbangan syariat, meski banyak ulama yang menetapkan hukum untuk bertransaksi.
"Jika mata uang kripto ini bisa diselesaikan dari segi gharar, wujud, dan sifat manipulatifnya maka bisa dikatakan selesai perkaranya," katanya dia di kanal YouTube-nya, Adi Hidayat Official dikutip Senin (21/2/2022).
Hal ini untuk memberikan kepastian yang menjamin kemaslahatan bagi semua pihak. Sebab, apa yang digunakan dari transaksi keuangan, harus menjangkau seluruh komunitas.
Baca Juga:Polisi Akui Profesional Tuntaskan Dugaan Penipuan Investasi Binomo
Dia menilai, isu mata uang kripto memiliki sisi positif untuk menjawab kegundahan terhadap sistem tata kelola ekonomi dunia.
Nabi Muhammad SAW telah menubuatkan bahwa pada akhirnya semua akan kembali kepada tata kelola kehidupan yang stabil. Di antara stabilitas itu termasuk hal yang berkaitan dengan ekonomi dan keuangan.
"Sekarang orang lagi repot menghadapi resesi dimana-mana, inflasi macam-macam, dan sebagainya. Hal itu akibat kontrol terhadap satu mata uang yang terlalu dominan," ujarnya.
"Jika mata uang kripto ini bisa diselesaikan dari segi gharar, wujud, dan sifat manipulatifnya maka bisa dikatakan selesai perkaranya," katanya dia di kanal YouTube-nya, Adi Hidayat Official dikutip Senin (21/2/2022).
Hal ini untuk memberikan kepastian yang menjamin kemaslahatan bagi semua pihak. Sebab, apa yang digunakan dari transaksi keuangan, harus menjangkau seluruh komunitas.
Baca Juga:Polisi Akui Profesional Tuntaskan Dugaan Penipuan Investasi Binomo
Dia menilai, isu mata uang kripto memiliki sisi positif untuk menjawab kegundahan terhadap sistem tata kelola ekonomi dunia.
Nabi Muhammad SAW telah menubuatkan bahwa pada akhirnya semua akan kembali kepada tata kelola kehidupan yang stabil. Di antara stabilitas itu termasuk hal yang berkaitan dengan ekonomi dan keuangan.
"Sekarang orang lagi repot menghadapi resesi dimana-mana, inflasi macam-macam, dan sebagainya. Hal itu akibat kontrol terhadap satu mata uang yang terlalu dominan," ujarnya.