Ustadz Rahman: Menikah bukan Sekedar Menyalurkan Syahwat
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 21 Februari 2022 - 13:10 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Memantapkan diri untuk menikah bukan keputusan mudah. Tentunya ada banyak pertimbangan yang harus diambil.
Ustadz Dr. Habib Abdurahman Al Habsyi mengatakan yang harus dipahami oleh orang beriman adalah menikah itu bukan hanya sekedar menyalurkan hasrat syahwat. Melainkan untuk membina rumah tangga dan memilih pasangan untuk keturunannya kelak.
"Jika dia belum mampu secara finansial hendaklah dia berpuasa malam. Itu merupakan meditasi rohani yang dimiliki oleh seorang hamba Allah yang beriman ketika dia punya hasrat ingin menikah," katanya kepada Langit7, Minggu (21/2/2022).
Baca juga: Pasutri Wajib Tahu, Apa Saja Dosa dalam Pernikahan
Dalam hadits Nabi Muhammad SAW dikatakan, "Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).( HR Bukhari).
"Menurut pada ulama, dalam rumah tangga setidaknya ada empat fondasi penting yakni sakinah, mawadah, rahmah, dan amanah," kata Founder Hikmah Rahmani ini
Sakinah berasal dari kata لتسكنوا إليها yang artinya "agar kamu merasa tentram kepadanya."
Ustadz Dr. Habib Abdurahman Al Habsyi mengatakan yang harus dipahami oleh orang beriman adalah menikah itu bukan hanya sekedar menyalurkan hasrat syahwat. Melainkan untuk membina rumah tangga dan memilih pasangan untuk keturunannya kelak.
"Jika dia belum mampu secara finansial hendaklah dia berpuasa malam. Itu merupakan meditasi rohani yang dimiliki oleh seorang hamba Allah yang beriman ketika dia punya hasrat ingin menikah," katanya kepada Langit7, Minggu (21/2/2022).
Baca juga: Pasutri Wajib Tahu, Apa Saja Dosa dalam Pernikahan
Dalam hadits Nabi Muhammad SAW dikatakan, "Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).( HR Bukhari).
"Menurut pada ulama, dalam rumah tangga setidaknya ada empat fondasi penting yakni sakinah, mawadah, rahmah, dan amanah," kata Founder Hikmah Rahmani ini
Sakinah berasal dari kata لتسكنوا إليها yang artinya "agar kamu merasa tentram kepadanya."