LANGIT7.ID - , Jakarta - Manusia merupakan makhluk yang tidak sempurna yang penuh dengan kesalahan. Begitu pun dalam hubungan rumah tangga, setiap manusia pasti pernah melakukah salah dan khilaf yang mungkin berubah menjadi perbuatan dosa.
CEO dan Founder Santri Motivator School Ustadz Asroni Al Paroya mengatakan dosa dalam hubungan pernikahan itu sangat banyak. Namun, yang paling umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari yaitu perbuatan zina.
"Misal, suami yang telah memiliki istri namun berhubungan dengan wanita lain di luar istrinya. Artinya dia berzina, tetapi sudah halal (pernikahan), itu hukumnya luar biasa besar dalam Islam," kata Ustadz Asroni saat dihubungi Langit7, Kamis (18/2/2022).
Baca juga: Menjalani Pernikahan Jarak Jauh, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?Selanjutnya, kesalahan besar dalam sebuah pernikahan adalah rasa tidak percaya. Meski sudah menikah, namun ada rasa tidak percaya pada pasangan yang bisa menimbulkan kecurigaan.
"Nah, ini menjadi tantangan bagi kedua pasangan suami istri. Bagaimana mempererat hubungan dengan taat ibadah kepada Allah SWT. Supaya terjalin hubungan yang harmonis, jika sudah terjadi maka kepercayaan itu akan melekat disitu," ungkapnya.
Dibutuhkan komunikasi yang intens dengan pasangan untuk meruntuhkan rasa tidak percaya tersebut.
Lalu, khusus istri, ucap Ustadz Asroni ia akan berdosa ketika tidak melayani atau melakukan tanggung jawabnya sebagai istri ke suami. Meski begitu, suami juga harus melihat situasi, bila istri dalam kondisi lelah maka biarkan dia istirahat, jangan mengganggunya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anh, dikatakan :
قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ
Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad, 2: 251).
Ustadz Asroni menambahkan, bagi para suami saat terjadi masalah rumah tangga meski kesalahan berasal dari pihak istri, jangan langsung menghardik atau memarahinya. Sebab, pola langsung memarahinya ini bisa memicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.
"Maka itu, penting kiranya melakukan komunikasi yang baik dalam penyelesaian masalah," tuturnya
Dalam surat An-Nisa ayat 34, dijelaskan :
وَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ ۚ فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا
"Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar." (QS. An-Nisa: 34).
Baca juga: Ini 6 Masalah di Awal Pernikahan, Begini Solusinya!Untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam kehidupan rumah tangga, yang mungkin bisa menyebabkan dosa, Ustadz Asroni memberi saran untuk saling memahami dan mengerti satu sama lain. Selanjutnya adalah sikap saling mengasihi dan memperhatikan antar pasangan. Ketiga, saling memberikan hadiah, misal seminggu sekali atau sebulan sekali minimal lakukan itu. Keempat, memiliki
me time. "Meskipun sibuk satu sama lain, jangan pernah lupa untuk memberikan waktu
me time untuk berdua agar bisa lebih membangun keeratan dalam hubungan, dan masih banyak lagi," tutupnya.
(est)