LANGIT7.ID - , Jakarta - Menikah tapi dengan kondisi yang berjauhan antara suami dan istri tentu menjadi hal yang tidak diinginkan oleh siapapun. Pasangan yang menjalani
long distance marriage (LDM) atau menjalani kehidupan rumah tangga tapi berjauhan umumnya karena tuntutan pekerjaan.
Dalam Al-Quran ternyata sudah disebutkan dan ada kisah tentang ini, suami istri yang berjauhan, yaitu kisah Nabi Ibrahim AS dan istrinya Siti Hajar dan Nabi Ismail yang dijelaskan dalam surat Ibrahim.
Suatu ketika Nabi Ibrahim AS mengajak Siti Hajar perjalanan jauh dari Palestina ke sebuah lembah yang tandus yang tidak ada kehidupan di dalamnya. Setelah sampai, Nabi Ibrahim AS langsung bergegas untuk pergi kembali ke Palestina dan meninggalkan Siti Hajar atas perintah Allah SWT. Tempat tersebut kini bernama kota Mekkah yang kita kenal sebagai kiblat umat Islam.
Baca juga: Tips untuk Suami Istri agar Rumah Tangga Tetap HarmonisSetelah beberapa tahun, Nabi Ibrahim pun kembali ke kota Mekkah, sampai akhirnya terjadi momen penyembelihan Nabi Ismail yang kemudian diganti dengan hewan qurban yang juga diperintahkan oleh Allah SWT.
Berhasilnya hubungan suami istri jarak jauh antara Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar adalah karena keyakinan. Nabi Ibrahim AS yakin akan perintah Allah SWT dan Siti Hajar yakin terhadap suaminya.
Konsultan pernikahan Indra Noveldy mengatakan yang terpenting dalam hubungan jarak adalah masing-masing harus siap terlebih dahulu terhadap konsekuensinya.
"Perlu dipahami bahwa
long distance relationship adalah sama-sama kesepian, jangan pernah berpikir bahwa salah satu yang paling menderita." kata Noveldy dalam Youtube Parentalk.
Jika suami yang bekerja dan meninggalkan rumah, istri jangan pernah berpikir bahwa ia menderita menjaga anak-anak di rumah. Sedangkan dirinya merasa sang suami lebih diuntungkan karena bisa jalan-jalan dan bekerja di luar kota atau luar negeri.
Begitu juga bila istri yang terpaksa harus bekerja di tempat jauh, sehingga tidak bisa bersama-sama dengan suami. Hindari anggapan istri menjadi lebih bebas dan bisa refreshing, sedangkan suami bekerja, menjaga rumah dan mengurus anak-anak.
"Untuk itu, pentingnya kepercayaan dan komunikasi," katanya.
Komunikasi harus dibuat efektif. Komunikasi yang intens ternyata juga bisa menumbuhkan rasa bosan, hingga menyebabkan turunnya gairah berkomunikasi. Noveldy menambahkan, agar komunikasi menjadi efektif, perlu dua hal utama yaitu kedewasaan masing-masing dan suasana juga waktu yang bagus.
Waspada SyahwatMenjalani LDM memang bukan perkara mudah, apalagi ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Suami juga punya kewajiban untuk memberikan nafkah batin kepada istrinya.
Pengasuh pondok pesantren Al-Bahjah Buya Yahya mengatakan, syahwat adalah masalah utama dari pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh.
"Pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh harus hati-hati terhadap syahwatnya. Satu-satunya cara untuk meredamnya adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT." kata Buya dalam Youtube Al Bahjah.
Walaupun karena ada tuntutan sehingga harus berjauhan, Buya berpesan agar mengambil kesempatan sebaik mungkin jika bisa pulang ke rumah.
"Daripada melakukan
phone sex atau semacamnya, lebih baik hindari walaupun dengan pasangan sendiri. Karena jika tidak tuntas, setan akan masuk disitu. Lebih baik cari kesempatan untuk segera pulang ke rumah." papar Buya.
Batas Waktu LDRPanjangnya waktu LDR biasanya berdasarkan tugas atau kontrak kerja yang menjadi tuntutannya. Ada yang satu bulan, 3 bulan atau bahkan 1 tahun.
Penggiat dakwah dan penulis buku Islam, Salim A Fillah mengatakan, "Dalam ilmu fikih, Umar bin Khattab memberlakukan batas maksimal waktu berjauhan antara suami dan istri adalah 4 bulan." katanya dalam Youtube Pro-You Channel.
"Maka jika sudah 4 bulan, lebih baik pulanglah!" pesan Salim.
Maksimalkan Potensi KomunikasiSetiap orang memiliki perasaan yang berbeda dalam menjalani LDM, ada yang menganggap mudah menjalaninya ada juga yang merasa kesulitan. Resep jitunya adalah menyampaikan rasa sayang dan kangen selalu.
Baca juga: Ini 6 Masalah di Awal Pernikahan, Begini Solusinya!"Jangan pernah bosan mengumbar kata-kata mesra, ungkapan kerinduan, kasih sayang terhadap keluarga di rumah." kata Salim
"Tetap berperan sebisa mungkin, sekarang kan zamannya video call, usahakan tetap berperan seperti membantu pekerjaan rumah anak-anak, mengontrol hafalan anak, dan lain-lain." tambahnya.
Catatan selanjutnya bagi yang menjalani LDM adalah kerinduan mendalam yang terbangun selama berjauhan, jangan luntur saat bertemu. Tepis terlebih dahulu gangguan komunikasi yang ada, agar pertemuan yang biasanya tidak berlangsung lama menjadi efektif.
"Maksimalkan intensitas ketika bertemu, sebelum akhirnya berpisah jauh lagi. Jangan biarkan handphone dan yang lainnya mengganggu." pungkasnya.
(est)