Rusia Lancarkan Serangan ke Ukraina, Ancaman Perang Dunia?
Muhajirin
Kamis, 24 Februari 2022 - 17:24 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Militer Rusia melancarkan serangan ke Ukraina atas perintah Vladimir Putin. Para pemimpin dunia mengingatkan, 'operasi militer khusus' itu bisa memicu perang terbesar di Eropa sejak 1945.
Kamis (24/2/2022), hanya selang beberapa menit pidato singkat Putin disiarkan di televisi, sekitar pukul 05.00 pagi waktu Ukraina, ledakan terdengar di dekat kota-kota besar Ukraina. Termasuk di ibu kota Kyiev.
Cakupan serangan Rusia itu sangat besar. Kementerian Dalam Negeri Ukraina melaporkan, Ukraina diserang dengan rudal jelajah dan balistik. Rusia menargetkan infrastruktur di dekat kota-kota besar seperti Kyiev, Kharkiv, Mariupol, dan Dnipro. Ledakan roket itu menerangi langit saat penembakan dimulai di dekat Mariupol.
Seorang penasihat senior kementerian dalam negeri Ukraina mengatakan, Rusia segera bergerak ke Karkiv, yang berjarak sekira 20 mil dari perbatasan. Penduduk setempat di Kyiev mencari perlindungan ketika ledakan terdengar di luar kota.
Sirine serangan udara terdengar di ibu kota dan penduduk Kharkiv berlindung di metro kota. Pemandangan itu belum pernah terlihat di kota-kota tersebut sejak 1941.
“Putin baru saja meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina. Kota-kota Ukraina yang damai sedang diserang. Ini adalah perang agresi. Ukraina akan mempertahankan diri dan akan menang. Dunia dapat dan harus menghentikan Putin. Waktunya untuk bertindak adalah sekarang," kata menteri luar negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, dikutip The Guardian, Kamis (24/2/2022).
Putin mengklaim, Ukraina tengah menyebarkan semangat anti-Rusia di negara tersebut. Itu yang membuat Putin memerintahkan operasi militer khusus. Itu sama saja dengan deklarasi perang.
Kamis (24/2/2022), hanya selang beberapa menit pidato singkat Putin disiarkan di televisi, sekitar pukul 05.00 pagi waktu Ukraina, ledakan terdengar di dekat kota-kota besar Ukraina. Termasuk di ibu kota Kyiev.
Cakupan serangan Rusia itu sangat besar. Kementerian Dalam Negeri Ukraina melaporkan, Ukraina diserang dengan rudal jelajah dan balistik. Rusia menargetkan infrastruktur di dekat kota-kota besar seperti Kyiev, Kharkiv, Mariupol, dan Dnipro. Ledakan roket itu menerangi langit saat penembakan dimulai di dekat Mariupol.
Seorang penasihat senior kementerian dalam negeri Ukraina mengatakan, Rusia segera bergerak ke Karkiv, yang berjarak sekira 20 mil dari perbatasan. Penduduk setempat di Kyiev mencari perlindungan ketika ledakan terdengar di luar kota.
Sirine serangan udara terdengar di ibu kota dan penduduk Kharkiv berlindung di metro kota. Pemandangan itu belum pernah terlihat di kota-kota tersebut sejak 1941.
“Putin baru saja meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina. Kota-kota Ukraina yang damai sedang diserang. Ini adalah perang agresi. Ukraina akan mempertahankan diri dan akan menang. Dunia dapat dan harus menghentikan Putin. Waktunya untuk bertindak adalah sekarang," kata menteri luar negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, dikutip The Guardian, Kamis (24/2/2022).
Putin mengklaim, Ukraina tengah menyebarkan semangat anti-Rusia di negara tersebut. Itu yang membuat Putin memerintahkan operasi militer khusus. Itu sama saja dengan deklarasi perang.