Yasin Ibn Isa al-Fadani, Ulama Indonesia yang Mendunia
Muhajirin
Sabtu, 26 Februari 2022 - 19:05 WIB
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur, berkopiah hitam) mencium tangan Syaikh Yasin al-Fadani (foto: istimewa)
Syaikh Yasin ibn Isa al-Fadani lahir di Mekkah pada 17 Juni 1915. Kata al-Fadani merupakan nisbat kepada daerah Padang di Sumatera Barat. Ia lahir dari pasangan Syaikh Muhammad Isa bin Udiq al-Fadani dan Maimunah binti Abdullah Fadani.
Pria bernama lengkap Abul Faidh Alam al-Din Muhammad Yasin bin Muhammad Isa bin Udiq al-Fadani itu merupakan muhaddits (ahli hadits). Ia juga mendapat gelar sebagai Musnid al-Dunya atau ulama ahli sanad dunia karena ahli dalam ilmu periwayatan hadits.
Mengutip Majalah Tanwirul Afkar, Syaikh Yasin tak hanya dikenal muhaddits, ia juga pakar dalam ilmu fikih, tasawuf, falak, dan berbagai cabang ilmu keislaman lainnya. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Madrasah Darul Ulum, yang memiliki banyak santri dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.
Latar Belakang Intelektual
Syaikh Yasin lahir dari keluarga yang kental ilmu agama. Itu membuat dia sudah belajar ilmu agama sejak masih Kecil. Ia pertama kali belajar dari sang ayah. Salah satu guru yang berpengaruh membentuk intelektualismenya adalah Syaikh Mahmud al-Fadani.
Pada 1646 Hijriah, ia terdaftar sebagai siswa di Madrasah al-Showlatiyah Makkah. Di madrasah itu, ia dikenal cerdas. Hanya saja ia tidak terlalu lama belajar di tempat tersebut.
Syaikh Yasin dianugerahi lingkungan yang berkah. Tinggal di Kota Mekkah salah satunya. Ia dengan mudah berguru kepada ulama-ulama besar baik yang bermukim di Mekkah maupun ulama lain seperti dari Malaysia, Indonesia, India, Rusia, Pakistan, Irak, Maroko, Mesir, Yaman, Palestina, Suriah, Lebanon, dan lain-lain. Hingga guru beliau tidak kurang dari 700 orang.
Pria bernama lengkap Abul Faidh Alam al-Din Muhammad Yasin bin Muhammad Isa bin Udiq al-Fadani itu merupakan muhaddits (ahli hadits). Ia juga mendapat gelar sebagai Musnid al-Dunya atau ulama ahli sanad dunia karena ahli dalam ilmu periwayatan hadits.
Mengutip Majalah Tanwirul Afkar, Syaikh Yasin tak hanya dikenal muhaddits, ia juga pakar dalam ilmu fikih, tasawuf, falak, dan berbagai cabang ilmu keislaman lainnya. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Madrasah Darul Ulum, yang memiliki banyak santri dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.
Latar Belakang Intelektual
Syaikh Yasin lahir dari keluarga yang kental ilmu agama. Itu membuat dia sudah belajar ilmu agama sejak masih Kecil. Ia pertama kali belajar dari sang ayah. Salah satu guru yang berpengaruh membentuk intelektualismenya adalah Syaikh Mahmud al-Fadani.
Pada 1646 Hijriah, ia terdaftar sebagai siswa di Madrasah al-Showlatiyah Makkah. Di madrasah itu, ia dikenal cerdas. Hanya saja ia tidak terlalu lama belajar di tempat tersebut.
Syaikh Yasin dianugerahi lingkungan yang berkah. Tinggal di Kota Mekkah salah satunya. Ia dengan mudah berguru kepada ulama-ulama besar baik yang bermukim di Mekkah maupun ulama lain seperti dari Malaysia, Indonesia, India, Rusia, Pakistan, Irak, Maroko, Mesir, Yaman, Palestina, Suriah, Lebanon, dan lain-lain. Hingga guru beliau tidak kurang dari 700 orang.