Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home sosok muslim detail berita

Yasin Ibn Isa al-Fadani, Ulama Indonesia yang Mendunia

Muhajirin Sabtu, 26 Februari 2022 - 19:05 WIB
Yasin Ibn Isa al-Fadani, Ulama Indonesia yang Mendunia
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur, berkopiah hitam) mencium tangan Syaikh Yasin al-Fadani (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Syaikh Yasin ibn Isa al-Fadani lahir di Mekkah pada 17 Juni 1915. Kata al-Fadani merupakan nisbat kepada daerah Padang di Sumatera Barat. Ia lahir dari pasangan Syaikh Muhammad Isa bin Udiq al-Fadani dan Maimunah binti Abdullah Fadani.

Pria bernama lengkap Abul Faidh Alam al-Din Muhammad Yasin bin Muhammad Isa bin Udiq al-Fadani itu merupakan muhaddits (ahli hadits). Ia juga mendapat gelar sebagai Musnid al-Dunya atau ulama ahli sanad dunia karena ahli dalam ilmu periwayatan hadits.

Mengutip Majalah Tanwirul Afkar, Syaikh Yasin tak hanya dikenal muhaddits, ia juga pakar dalam ilmu fikih, tasawuf, falak, dan berbagai cabang ilmu keislaman lainnya. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Madrasah Darul Ulum, yang memiliki banyak santri dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Latar Belakang Intelektual

Syaikh Yasin lahir dari keluarga yang kental ilmu agama. Itu membuat dia sudah belajar ilmu agama sejak masih Kecil. Ia pertama kali belajar dari sang ayah. Salah satu guru yang berpengaruh membentuk intelektualismenya adalah Syaikh Mahmud al-Fadani.

Pada 1646 Hijriah, ia terdaftar sebagai siswa di Madrasah al-Showlatiyah Makkah. Di madrasah itu, ia dikenal cerdas. Hanya saja ia tidak terlalu lama belajar di tempat tersebut.

Syaikh Yasin dianugerahi lingkungan yang berkah. Tinggal di Kota Mekkah salah satunya. Ia dengan mudah berguru kepada ulama-ulama besar baik yang bermukim di Mekkah maupun ulama lain seperti dari Malaysia, Indonesia, India, Rusia, Pakistan, Irak, Maroko, Mesir, Yaman, Palestina, Suriah, Lebanon, dan lain-lain. Hingga guru beliau tidak kurang dari 700 orang.

Dengan latar Belakang demikian, tak heran Jika Syaikh Yasin mendirikan Madrasah Dar al-Ulum. Di lembaga ini, ia menjabat sebagai Wakil Direktur. Namun, jabatan itu bukan halangan untuk terus menuntut ilmu. Jadi, di samping pengurus madrasah, ia juga juga sebagai siswa.

Hingga pada 1950, dia diminta menjadi pengajar di Masjidil Haram. Ini menunjukkan kualitas keilmuan beliau. Sebab, menjadi seorang pengajar di masjid mulia itu tak mudah. Selain punya kualifikasi keilmuan, juga harus lulus seleksi dari Dewan Ulama Masjidil Haram.

Setelah itu, Syaikh Yasin aktif mengajar ilmu hadits dan ilmu keislaman lainnya di Madrasah Dar al-Ulum dan Masjidil Haram. Setiap Ramadhan, ia istiqamah membaca kitab-kitab hadits yang masuk kategori Kutub al-Sittah.

Di samping mengisi kajian, ia juga sering memberi ijazah sanad. Itu yang menyebabkan beliau dikenal sebagai Musnid al-Dunya. Itu karena dia memiliki sanad yang lengkap, terutama bidang hadits dan fikih.

Dia sering memberikan ijazah, baik ijazah Am atau Khas. Terkait ijazah Khas itu, dia memberikan perhatian Makam Imam Junaid Al-Baghdadi kepada beberapa ulama dan tokoh yang dikenal pakar dalam bidang tersebut.

Syaikh Yasin yang Mendunia

Keulamaan Syaikh Yasin bin Isa al-Fadani sangat cemerlang dan diakui para ulama pada masanya hingga kini. Bahkan, sebagian besar ulama besar memberikan gelar kepada beliau Sayuthiyyu Zamanihi (Imam al-Sayuti di zamannya). Salah ulama besar yang memberikan gelar ini adalah Maulana al-Habib Segaf bin Muhammad Assegaf dari Tarim, Hadramaut, Yaman.

Kendati begitu, keluasan ilmu tidak membuat Syaikh Yasin gelap mata. Ia sangat sederhana dan tawadhu. Saat berkunjung ke Indonesia, ia Mendapat sambutan luar biasa. Banyak ulama datang kepada beliau meminta ijazah sanad hadits. Salah satunya KH Syafi’i Hadzami.

Saat Kiai Syafi’i berhasil menemui Syaikh Yasin, ia langsung minta diangkat menjadi murid. Namun, Syaikh Yasin menolak. Bukan karena tidak senang, namun dia merasa tidak pantas menjadi guru. Bahkan, ia meminta untuk menjadi murid Kiai Syafi’i.

Produktif Menulis

Syaikh Yasin dikenal sebagai ulama yang aktif menulis kitab. Ia menulis sekira 100 kitab. Sampai hari ini, para murid beliau berhasil mengumpulkan sebanyak 97 kitab, dengan rincian 25 kitab tentang ushul fikih, 36 kitab tentang ilmu falak, 9 kitab tentang ilmu hadits, dan sisanya ilmu lain.

Semua kitab-kitab itu ditulis dalam bahasa Arab. Salah satu kitab yang masyhur adalah al-Fawaid al-Janiyyah, terbit pada 1417 H/1996 M. Kitab itu masih dikaji oleh banyak ulama dan pelajar hingga kini. Bahkan, kitab itu dijadikan materi mata kuliah ushul fikih di Fakultas Syari’ah Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Syaikh Yasin wafat pada Jum'at subuh, 27 Dzulhijjah 1410 H/20 Juli 1990 M dalam usia 75 tahun. Beliau dimakamkan setelah shalat Jumat di pemakaman Ma’la. Beliau meninggalkan seorang istri dan empat putra masing-masing bernama Muhammad Nur Arafah, Fahd, Ridha, dan Nizar.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)