home global news

Wawancara Pakar: Umat Jangan Terpancing Sentimen Islam di Konflik Rusia-Ukraina

Selasa, 01 Maret 2022 - 17:45 WIB
Presiden Republik Chechnya Ramzan Kadyrov (tengah) memerintahkan tentara muslim Chechnya bergabung dengan tentara Rusia menginvasi Ukraina (foto: tylaz.net)
Dalam sepekan terakhir, perhatian publik dunia tertuju pada invasi Rusia ke Ukraina. Berbagai negara telah menyatakan sikapnya. Tak terkecuali Indonesia meminta agar jangan sampai terjadi perang yang bisa merugikan banyak pihak. Kendati demikian, sikap banyak negara termasuk upaya diplomatik di PBB maupun antar kedua negara masih belum menemukan titik terang.

Jika konflik Rusia-Ukraina terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan dampaknya akan terus meluas ke berbagai negara di dunia. Termasuk ke negara berpenduduk mayoritas muslim seperti Indonesia.

Selain itu, baik Rusia dan Ukraina terbukti telah menggunakan sentimen Islam untuk mendapat dukungan dari negara-negara muslim. Salah satunya dengan menyebarluaskan bergabungnya tentara muslim dalam militer mereka.

Dosen Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia sekaligus Redaktur Kantor Berita Anadolu, Pizaro Gozali Idrus, menekankan agar negara muslim dan umat Islam bersikap waspadasupaya tidak terjebak dalam pusaran konflik yang justru dapat merugikan umat Islam. Berikut kutipan wawancaranya dengan LANGIT7.ID:

Bagaimana dampak konflik Rusia dan Ukraina untuk umat Islam di Rusia dan Ukraina maupun di negara-negara lain?



Umat Islam di kedua negara rentan dimanfaatkan untuk kepentingan politik dalam perang Ukraina dan Rusia. Dalam kasus terbaru, kita bisa melihat bagaimana Ramzan Kadyrov mengorganisir muslim Chechnya melawan Ukraina. Kadyrov adalah seorang politisi, bukan ideolog. Dia akan melakukan apa saja untuk melayani kepentingan Putin yang berjasa membawanya menjadi Presiden Republik Chechnya tahun 2007.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
rusia dunia islam hubungan internasional ukraina konflik rusia-ukraina
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya