Langkah Microsoft Akusisi Activision Blizzard Dianggap Selamatkan Perusahaan
Mahmuda attar hussein
Rabu, 02 Maret 2022 - 10:45 WIB
Kantor Microsoft. (Foto: iStock).
Januari lalu, raksasa teknologi Microsoft baru saja mengumumkan akuisisi pengembang gim Activision Blizzard senilai USD68,7 miliar atau sekitar Rp986 triliun.
CEO Corporate Innovation Asia, Indrawan Nugroho menyebutkan, setidaknya ada dua alasan Microsoft melakukan hal tersebut.
Pertama, perusahaan teknologi itu sedang mencari model bisnis baru untuk mendorong pertumbuhannya. Kedua, akuisisi itu merupakan cara Microsoft untuk melawan Meta, sebagai upaya menaklukkan Metaverse.
Baca Juga:Ambisi Kuasai Metaverse, Microsoft Akuisisi Activision Blizzard
"Namun akuisisi Microsoft kali ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Selain itu, menjadi penyelamat bagi Activision Blizzard yang sempat tersandung beberapa masalah, seperti tuduhan pelanggaran hak paten, royalti yang belum dibayar, dan lainnya," ujar dia dikanal YouTubenya, Dr Indrawan Nugroho, dikutip Rabu (2/3/2022).
Akuisisi tersebut juga menjawab permintaan para investor Microsoft yang selama ini menuntut pertumbuhan perusahaan, untuk mengeksplorasi sumber pendapatan baru.
Pada 2021 lalu, industri gim telah bertransformasi menjadi pencetak uang multi-platform, dengan pendapatan total USD180 miliar. Angka ini lebih besar dibandingkan industri film dan musik, bahkan jika keduanya digabung menjadi satu.
CEO Corporate Innovation Asia, Indrawan Nugroho menyebutkan, setidaknya ada dua alasan Microsoft melakukan hal tersebut.
Pertama, perusahaan teknologi itu sedang mencari model bisnis baru untuk mendorong pertumbuhannya. Kedua, akuisisi itu merupakan cara Microsoft untuk melawan Meta, sebagai upaya menaklukkan Metaverse.
Baca Juga:Ambisi Kuasai Metaverse, Microsoft Akuisisi Activision Blizzard
"Namun akuisisi Microsoft kali ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Selain itu, menjadi penyelamat bagi Activision Blizzard yang sempat tersandung beberapa masalah, seperti tuduhan pelanggaran hak paten, royalti yang belum dibayar, dan lainnya," ujar dia dikanal YouTubenya, Dr Indrawan Nugroho, dikutip Rabu (2/3/2022).
Akuisisi tersebut juga menjawab permintaan para investor Microsoft yang selama ini menuntut pertumbuhan perusahaan, untuk mengeksplorasi sumber pendapatan baru.
Pada 2021 lalu, industri gim telah bertransformasi menjadi pencetak uang multi-platform, dengan pendapatan total USD180 miliar. Angka ini lebih besar dibandingkan industri film dan musik, bahkan jika keduanya digabung menjadi satu.