Berdakwah Itu Harus Menggembirakan bukan Menakuti
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 02 Maret 2022 - 12:17 WIB
Habib Husein Jafar Al Hadar. Foto: Instagram
Berdakwah dalam Islam pada dasarnya untuk mengajak orang lain untuk menjadi lebih baik dari diri yang sebelumnya. Karena itu, hendaknya proses dakwah dilakukan dengan cara yang baik serta memanusiakan manusia.
"Sahabat Nabi SAW yaitu Muadz bin Jabal ketika mau ke Yaman, ia menemui Nabi SAW untuk meminta saran apa yang harus dilakukannya ketika di Yaman untuk berdakwah. Salah satunya kata Nabi, dakwah itu pertama gembirakanlah jangan takut-takuti orang," kata pendakwah millenial dan penulis, Habib Husein Ja'far Al Hadar dalam acara yang diadakan di Mojokerto, Selasa (1/3/2022).
Jika ada pendakwah, tambah Habib Ja'far, yang kerjanya menakuti, Anda berhak menolak dia. Menolak mendengarkannya atas nama Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Kemenag Dorong Dewan Dakwah Hidupkan Kembali Gagasan Pak Natsir
"Kedua, kata Nabi SAW, persatukan jangan cerai-beraikan. Maka, kalau ada tokoh agama yang pidatonya mencerai-beraikan, mengajarkan orang benci sana, benci sini, Anda berhak tidak mendengarnya atas nama Nabi Muhammad SAW," tuturnya.
Habib Ja'far melanjutkan pesan Nabi SAW selanjutnya dalam berdakwah adalah mempermudah jangan mempersulit. Agama itu mempermudah hal-hal yang sulit.
"Agama itu mempermudah, tidak bisa shalat berdiri maka shalat duduk. Tidak bisa shalat duduk, maka shalat berbaring dan lainnya. Intinya karakter utama Islam itu mempermudah yang sulit," tegas Habib Ja'far.
"Sahabat Nabi SAW yaitu Muadz bin Jabal ketika mau ke Yaman, ia menemui Nabi SAW untuk meminta saran apa yang harus dilakukannya ketika di Yaman untuk berdakwah. Salah satunya kata Nabi, dakwah itu pertama gembirakanlah jangan takut-takuti orang," kata pendakwah millenial dan penulis, Habib Husein Ja'far Al Hadar dalam acara yang diadakan di Mojokerto, Selasa (1/3/2022).
Jika ada pendakwah, tambah Habib Ja'far, yang kerjanya menakuti, Anda berhak menolak dia. Menolak mendengarkannya atas nama Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Kemenag Dorong Dewan Dakwah Hidupkan Kembali Gagasan Pak Natsir
"Kedua, kata Nabi SAW, persatukan jangan cerai-beraikan. Maka, kalau ada tokoh agama yang pidatonya mencerai-beraikan, mengajarkan orang benci sana, benci sini, Anda berhak tidak mendengarnya atas nama Nabi Muhammad SAW," tuturnya.
Habib Ja'far melanjutkan pesan Nabi SAW selanjutnya dalam berdakwah adalah mempermudah jangan mempersulit. Agama itu mempermudah hal-hal yang sulit.
"Agama itu mempermudah, tidak bisa shalat berdiri maka shalat duduk. Tidak bisa shalat duduk, maka shalat berbaring dan lainnya. Intinya karakter utama Islam itu mempermudah yang sulit," tegas Habib Ja'far.