NU Buka Warung Makan Gratis Bantu Warga Terdampak PPKM
Muhajirin
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:15 WIB
Salah satu warung kerukunan yang dibuka oleh LTM PBNU (foto: NU Online)
Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau level 4 membuat aktivitas ekonomi masyarakat banyak terhenti dan pendapatan berkurang. Hal itu memantik jiwa sosial banyak pihak, salah satunya Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Lembaga tersebut membuka Warung Kerukunan untuk membantu warga terdampak PPKM Darurat.
“Kegiatan Peduli Umat ini untuk membantu warga yang sedang menjalani isolasi mandiri karena tertular Covid-19 atau (mereka) yang terdampak karena PHK (pemutusan hubungan kerja). Warung Kerukunan sudah mulai dibuka pada Sabtu 24 Juli 2021 lalu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Sekretaris LTM PBNU, Agus Wustho, dikutip dari laman NU, Selasa (27/7/2021).
Pada tahap awal, LTM PBNU membuka warung di lima titik. Titik tersebut berada di Masjid An-Nahdlah PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat; Masjid Al-Muchlisin Emporium, Pluit Jakarta Utara; Masjid Al-Mansyur Jalan Sawah Lio Raya Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat; Sekolah Solideo, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan; dan Pura Aditya Jaya, Jalan Daksinapati Raya 10, Rawamangun, Jakarta Timur.
Agus mengatakan, lokasi tersebut masih bisa berubah sesuai dengan keputusan hasil evaluasi selepas acara, disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan sekitar. Dalam menyuplai makanan, kami menggandeng Usaha Mikro dan Kecil yang akan mendukung Warung Kerukunan untuk menyediakan paket makan siang setiap hari Rabu dan Sabtu, pukul 11.00 WIB – selesai.
Program tersebut akan dikembangkan dengan target 20 Warung Kerukunan yang tersebar di Jabodetabek. Ia juga mempersilahkan kepada warga yang membutuhkan agar dapat mengambil paket makanan, cukup hanya dengan berinfak. Hal tersebut sesuai dengan program unggulan LTM PBNU yakni Gerakan Infak dan Sedekah Memakmurkan Masjid dan Masyarakat (Gismas).
“Mudah-mudahan program ini dapat diterima masyarakat dan membawa manfaat dan berkah serta dapat membantu pemerintah dalam mengatasi dampak (dari PPKM dan pandemi Covid-19),” harap Agus.
“Kegiatan Peduli Umat ini untuk membantu warga yang sedang menjalani isolasi mandiri karena tertular Covid-19 atau (mereka) yang terdampak karena PHK (pemutusan hubungan kerja). Warung Kerukunan sudah mulai dibuka pada Sabtu 24 Juli 2021 lalu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Sekretaris LTM PBNU, Agus Wustho, dikutip dari laman NU, Selasa (27/7/2021).
Pada tahap awal, LTM PBNU membuka warung di lima titik. Titik tersebut berada di Masjid An-Nahdlah PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat; Masjid Al-Muchlisin Emporium, Pluit Jakarta Utara; Masjid Al-Mansyur Jalan Sawah Lio Raya Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat; Sekolah Solideo, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan; dan Pura Aditya Jaya, Jalan Daksinapati Raya 10, Rawamangun, Jakarta Timur.
Agus mengatakan, lokasi tersebut masih bisa berubah sesuai dengan keputusan hasil evaluasi selepas acara, disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan sekitar. Dalam menyuplai makanan, kami menggandeng Usaha Mikro dan Kecil yang akan mendukung Warung Kerukunan untuk menyediakan paket makan siang setiap hari Rabu dan Sabtu, pukul 11.00 WIB – selesai.
Program tersebut akan dikembangkan dengan target 20 Warung Kerukunan yang tersebar di Jabodetabek. Ia juga mempersilahkan kepada warga yang membutuhkan agar dapat mengambil paket makanan, cukup hanya dengan berinfak. Hal tersebut sesuai dengan program unggulan LTM PBNU yakni Gerakan Infak dan Sedekah Memakmurkan Masjid dan Masyarakat (Gismas).
“Mudah-mudahan program ini dapat diterima masyarakat dan membawa manfaat dan berkah serta dapat membantu pemerintah dalam mengatasi dampak (dari PPKM dan pandemi Covid-19),” harap Agus.
(jqf)