5 Tema Khutbah Jumat tentang Ekonomi Syariah
Fajar adhitya
Kamis, 03 Maret 2022 - 18:15 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Dengan jumlah pemeluk Islam 87,2 persen dari populasi, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah global. Belum lagi dengan kenaikan tren konsumsi terhadap produk maupun jasa halal.
Dilansir Kementerian Keuangan, Indonesia telah naik ke peringkat empat dari peringkat lima dunia untuk pengembangan keuangan syariah setelah Malaysia, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab. Sementara, aset keuangan syariah di Indonesia menempati peringkat tujuh dunia dengan total aset sebesar US$99 miliar.
Olehnya, khatib Jumat bisa menguatkan edukasi tentang pentingnya keuangan syariah ditinjau dari disiplin teologis. Dengan demikian, diharapkan ekonomi syariah tidak hanya sebatas jargon atau lips service.
Selain itu, edukasi ekonomi syariah lewat khutbah Jumat juga bisa meluruskan gaya hidup halal yang diterapkan secara pragmatis dan jauh dari ajaran Islam. Berikut lima Tema Khutbah Jumat tentang Ekonomi Syariah dikutip Kumpulan Kultum Ekonomi Syariah Seri tiga yang diterbitakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Materi lengkapnya bisa diunduh di link berikut: https://knks.go.id/storage/upload/1605605762-Buku%20Kumpulan%20Kultum%20Ekonomi%20Syariah%20Seri%203_final_updated.pdf
1. Bekerja untuk Mencapai Cita-Cita Agama
Islam membenci kemalasan dan pengangguran, Islam juga melarang umatnya meminta-minta. Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata bahwa dahulu Umar bin Khaththab radhiallahu anhu biasa memukul orang yang beliau jumpai menganggur, beliau memukulnya dengan cambuk dan menyuruhnya agar berusaha dan mencari rezeki.
Dilansir Kementerian Keuangan, Indonesia telah naik ke peringkat empat dari peringkat lima dunia untuk pengembangan keuangan syariah setelah Malaysia, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab. Sementara, aset keuangan syariah di Indonesia menempati peringkat tujuh dunia dengan total aset sebesar US$99 miliar.
Olehnya, khatib Jumat bisa menguatkan edukasi tentang pentingnya keuangan syariah ditinjau dari disiplin teologis. Dengan demikian, diharapkan ekonomi syariah tidak hanya sebatas jargon atau lips service.
Selain itu, edukasi ekonomi syariah lewat khutbah Jumat juga bisa meluruskan gaya hidup halal yang diterapkan secara pragmatis dan jauh dari ajaran Islam. Berikut lima Tema Khutbah Jumat tentang Ekonomi Syariah dikutip Kumpulan Kultum Ekonomi Syariah Seri tiga yang diterbitakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Materi lengkapnya bisa diunduh di link berikut: https://knks.go.id/storage/upload/1605605762-Buku%20Kumpulan%20Kultum%20Ekonomi%20Syariah%20Seri%203_final_updated.pdf
1. Bekerja untuk Mencapai Cita-Cita Agama
Islam membenci kemalasan dan pengangguran, Islam juga melarang umatnya meminta-minta. Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata bahwa dahulu Umar bin Khaththab radhiallahu anhu biasa memukul orang yang beliau jumpai menganggur, beliau memukulnya dengan cambuk dan menyuruhnya agar berusaha dan mencari rezeki.