Tafsir Fushilat Ayat 8: Jaminan Pahala Allah Tak Terputus Bagi Orang Beriman
Fajar adhitya
Jum'at, 04 Maret 2022 - 13:15 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Keutamaan orang yang beriman adalah mendapat pahala yang tiada putusnya. Allah melimpahi orang-orang beriman dengan anugerah pahala yang sangat besar serta rezeki yang tiada terputus.
Surat Al-Fushilat ayat 8:
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.”
Baca Juga:Tafsir Kemenag RI: Hikmah Memulai Pekerjaan dengan Basmalah
Pada ayat ini diterangkan janji Allah kepada orang-orang beriman. Semua orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, mengerjakan perintah-perintah Allah, dan menjauhi larangan-larangan-Nya akan memperoleh balasan yang paling baik dan tidak terputus dari Allah.
Demikianlah pembalasan yang paling baik, yaitu pembalasan yang diberikan kepada orang-orang yang beramal saleh. Dilansir Tafsir Kementerian Agama, Menurut as-Suddi ayat ini diturunkan berhubungan dengan orang sakit yang tidak dapat lagi diharapkan kesembuhannya.
Surat Al-Fushilat ayat 8:
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.”
Baca Juga:Tafsir Kemenag RI: Hikmah Memulai Pekerjaan dengan Basmalah
Pada ayat ini diterangkan janji Allah kepada orang-orang beriman. Semua orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, mengerjakan perintah-perintah Allah, dan menjauhi larangan-larangan-Nya akan memperoleh balasan yang paling baik dan tidak terputus dari Allah.
Demikianlah pembalasan yang paling baik, yaitu pembalasan yang diberikan kepada orang-orang yang beramal saleh. Dilansir Tafsir Kementerian Agama, Menurut as-Suddi ayat ini diturunkan berhubungan dengan orang sakit yang tidak dapat lagi diharapkan kesembuhannya.