home global news

Menakar Potensi Invasi Rusia ke Ukraina Sulut Perang Dunia Ketiga

Jum'at, 04 Maret 2022 - 17:19 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa.
Dosen Studi Keamanan Internasional Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (UII), Irawan Jati menilai invasi Rusia terhadap Ukraina bukan hal baru. Konflik yang saat ini terjadi di Eropa Timur itu disebut sebagai sisa-sisa perang dingin.

Irawan mengatakan bahwa apa yang saat ini dilakukan Rusia bukan merupakan hal yang baru karena pernah terjadi di 2014. Saat itu Rusia mencoba menganeksasi kembali dan mengklaim Ukraina sebagai bagian sah dari Rusia.

Adapun dukungan yang diberikan Rusia kepada kelompok separatis Ukraina dinilai tidak terlepas dari konsep the enemy of my enemy is my friend yang diadopsi Rusia. Dengan demikian, Rusia dapat mempertahankan kedudukannya di wilayah timur, Luhansk dan Donetsk.

Baca Juga:Invasi Rusia ke Ukraina: PP Muhammadiyah Desak Segera Akhiri Perang

“Rusia mencoba memaksimalkan potensi kelompok-kelompok separatis untuk mempertahankan dan memperkuat kedudukan mereka di negara-negara tersebut,” ujar Irawan Jati dikutip laman resmi UII, Jumat (4/3/2022).

Dosen Studi Kawasan Eropa Program Studi HI UII¸ Mohamad Rezky Utama menyampaikan bahwa situasi yang saat ini terjadi di Ukraina tidak terlepas dari ekspansi NATO. Ekspansi NATO ke Eropa Timur membahayakan Rusia karena hal ini berpotensi memindahkan rudal balistik yang awalnya ditempatkan di Rumania ke Ukraina dan berpotensi menjadi ancaman terbuka bagi Rusia.

Rezky menguraikan, sebelum 2014, Ukraina sangat dekat dengan Rusia dan menjadi buffer zone antara Rusia dan Eropa. Namun setelah revolusi 2014, pemerintah Ukraina berpindah haluan, dari sebelumnya dekat dengan Rusia beralih mendekati NATO.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
konflik rusia-ukraina perang dunia nato
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya