Muhammadiyah Sebut Perang Rusia-Ukraina Bukan Masalah Agama
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 04 Maret 2022 - 14:05 WIB
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto: Dok Muhammadiyah).
PP Muhammadiyah menyebut perang Rusia dan Ukraina bukan masalah agama sehingga umat Islam tidak perlu sampai terprovokasi masalah kedua negara tersebut.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, umat Islam di Indonesia harus tetap menjaga kerukunan dan persatuan. Tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya, apalagi kabar hoaks.
"Peperangan Rusia dan Ukraina bukanlah karena masalah agama," kata Haedar melalui keterangan tertulisnya, Jumat (4/3/2022).
Baca Juga:Invasi Rusia ke Ukraina: PP Muhammadiyah Desak Segera Akhiri Perang
Dia berharap Dewan Keamanan PBB melakukan langkah-langkah untuk mengakhiri peperangan karena akan menimbulkan masalah yang kompleks, baik ekonomi, politik, kemanusiaan, dan perdamaian global.
PP Muhammadiyah, kata Haedar, memberikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia yang telah membuat seruan agar pertempuran diakhiri.
"Akan tetapi, pemerintah Indonesia hendaknya bisa lebih aktif dan proaktif terlibat dalam penyelesaian peperangan Rusia dan Ukraina, dan berbagai dampak yang ditimbulkannya," ujar dia.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, umat Islam di Indonesia harus tetap menjaga kerukunan dan persatuan. Tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya, apalagi kabar hoaks.
"Peperangan Rusia dan Ukraina bukanlah karena masalah agama," kata Haedar melalui keterangan tertulisnya, Jumat (4/3/2022).
Baca Juga:Invasi Rusia ke Ukraina: PP Muhammadiyah Desak Segera Akhiri Perang
Dia berharap Dewan Keamanan PBB melakukan langkah-langkah untuk mengakhiri peperangan karena akan menimbulkan masalah yang kompleks, baik ekonomi, politik, kemanusiaan, dan perdamaian global.
PP Muhammadiyah, kata Haedar, memberikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia yang telah membuat seruan agar pertempuran diakhiri.
"Akan tetapi, pemerintah Indonesia hendaknya bisa lebih aktif dan proaktif terlibat dalam penyelesaian peperangan Rusia dan Ukraina, dan berbagai dampak yang ditimbulkannya," ujar dia.
(bal)