Cara Imam Syafi'i Belajar Akhlak, Sekali Dengar Langsung Dipraktikkan
Muhajirin
Sabtu, 05 Maret 2022 - 13:58 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Dalam hal menuntut ilmu, Imam Syafi’i merupakan salah satu ulama yang patut menjadi teladan. Selain kecerdasan, ia dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu.
Pengasuh Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, bercerita, suatu ketika ada orang yang bertanya kepada Imam Syafi’i perihal perihal kaitan pelajaran akhlak dan implementasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagaimana kesenanganmu kepada adab dan tata krama?” tanya orang itu kepada Imam Syafi’i. “Aku mendengar sekelumit adab, anggota tubuhku seolah-olah menginginkan punya telinga agar bisa mendengar,” Jawab Imam Syafi’i.
Baca juga: Mengapa Semua yang Baik Harus Diawali dengan Bismillah
Buya Yahya menjelaskan, kerinduan Imam Syafi’i terhadap adab dan tata krama merupakan kerinduan yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Jika mendengar satu pelajaran tentang akhlak, seluruh anggota tubuhnya langsung mengamalkan.
Imam Syafi’i kembali ditanya, “Bagaimana anda mencari adab dan tata krama?” Dia menjawab, “Aku mencari akhlak itu seperti ibu yang kehilangan anak satu-satunya lalu dia mencari anaknya.”
Habib Abdurrahman As-Segaf juga menceritakan keseriusan Imam Syafi’ dalam menuntut ilmu dan keindahan akhlak beliau. Imam Syafi’i terus belajar di Mekkah berkeliling dari satu ulama ke ulama lain. Sampai ulama-ulama selalu bilang kalau ilmu sudah habis semua. Hampir semua gurunya kalah alim dengan beliau.
Pengasuh Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, bercerita, suatu ketika ada orang yang bertanya kepada Imam Syafi’i perihal perihal kaitan pelajaran akhlak dan implementasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagaimana kesenanganmu kepada adab dan tata krama?” tanya orang itu kepada Imam Syafi’i. “Aku mendengar sekelumit adab, anggota tubuhku seolah-olah menginginkan punya telinga agar bisa mendengar,” Jawab Imam Syafi’i.
Baca juga: Mengapa Semua yang Baik Harus Diawali dengan Bismillah
Buya Yahya menjelaskan, kerinduan Imam Syafi’i terhadap adab dan tata krama merupakan kerinduan yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Jika mendengar satu pelajaran tentang akhlak, seluruh anggota tubuhnya langsung mengamalkan.
Imam Syafi’i kembali ditanya, “Bagaimana anda mencari adab dan tata krama?” Dia menjawab, “Aku mencari akhlak itu seperti ibu yang kehilangan anak satu-satunya lalu dia mencari anaknya.”
Habib Abdurrahman As-Segaf juga menceritakan keseriusan Imam Syafi’ dalam menuntut ilmu dan keindahan akhlak beliau. Imam Syafi’i terus belajar di Mekkah berkeliling dari satu ulama ke ulama lain. Sampai ulama-ulama selalu bilang kalau ilmu sudah habis semua. Hampir semua gurunya kalah alim dengan beliau.