Bank Syariah Kurang Berpihak Pada UMKM, Anis: Bisa Hilangkan Kebersamaan Ummat
Ahmad zuhdi
Selasa, 27 Juli 2021 - 15:19 WIB
Ilustrasi komisi perbankan DPR yang mengkritisi perbankan syariah. Foto: Langit7/antara
Kalangan Komisi XI DPR menyayangkan kinerja bank syariah yang masih belum optimal menyalurkan pembiayaan UMKM. Perlu perbaikan dengan digunakannya akad mudharabah dan musyarakah yang murni berbagi hasil dan berbagi rugi kepada para pengusaha kecil.
Komisi DPR yang membidangi persoalan perbankan itu juga mengkritik sudut pandang regulator dalam pengembangan ekosistem syariah, terutama perbankan syariah yang terlihat sangat mementingkan perluasan market share semata.
“Kita mengkhawatirkan ketika perbankan syariah lebih fokus untuk memperbesar market share lewat ekspansi pembiayaannya yang tidak fokus kepada UMKM untuk mengejar target pada jumlah aset tertentu, akan berdampak kepada industri syariah kehilangan ruh kebersamaan dengan umat Islam,” ujar Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati kepada wartawan, Selasa (27/7).
Bank syariah kata Anis harus memperhatikan asipirasi yang muncul di masyarakat. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap diferensiasi operasional bank yang berbasis syariah akan membuat insitusi perbankan kehilangan konteks dan relevansinya.
“Ketidakpercayaan ini jika tidak dimitigasi secara proper (baik) akan memunculkan anggapan bahwa para pelaku bank Syariah dianggap menghianati syariah itu sendiri karena masyarakat memiliki ukurannya sendiri dalam menilai operasional bank,” tegasnya.
Kendati tanggapan dan kritik masyarakat itu benar atau salah dari sisi pemahaman akad syariahnya, tetapi yang pertama harus disikapi adalah bahwa kritik masyarakat bukanlah karena mereka membenci syariah atau agama Islam.
“Penting dibedakan bahwa agama Islam memang adalah sebuah agama yang diyakini kebenarannya, tetapi menganggap bahwa bank Syariah lepas dari kesalahan adalah sebuah sikap yang berlebihan pula dengan selalu mengatakan bahwa masyarakat belum paham akad yang digunakan di bank Syariah," tuturnya.
Komisi DPR yang membidangi persoalan perbankan itu juga mengkritik sudut pandang regulator dalam pengembangan ekosistem syariah, terutama perbankan syariah yang terlihat sangat mementingkan perluasan market share semata.
“Kita mengkhawatirkan ketika perbankan syariah lebih fokus untuk memperbesar market share lewat ekspansi pembiayaannya yang tidak fokus kepada UMKM untuk mengejar target pada jumlah aset tertentu, akan berdampak kepada industri syariah kehilangan ruh kebersamaan dengan umat Islam,” ujar Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati kepada wartawan, Selasa (27/7).
Bank syariah kata Anis harus memperhatikan asipirasi yang muncul di masyarakat. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap diferensiasi operasional bank yang berbasis syariah akan membuat insitusi perbankan kehilangan konteks dan relevansinya.
“Ketidakpercayaan ini jika tidak dimitigasi secara proper (baik) akan memunculkan anggapan bahwa para pelaku bank Syariah dianggap menghianati syariah itu sendiri karena masyarakat memiliki ukurannya sendiri dalam menilai operasional bank,” tegasnya.
Kendati tanggapan dan kritik masyarakat itu benar atau salah dari sisi pemahaman akad syariahnya, tetapi yang pertama harus disikapi adalah bahwa kritik masyarakat bukanlah karena mereka membenci syariah atau agama Islam.
“Penting dibedakan bahwa agama Islam memang adalah sebuah agama yang diyakini kebenarannya, tetapi menganggap bahwa bank Syariah lepas dari kesalahan adalah sebuah sikap yang berlebihan pula dengan selalu mengatakan bahwa masyarakat belum paham akad yang digunakan di bank Syariah," tuturnya.