Teknologi Canggih Baju Tempur Rusia, Bisa Kamuflase Otomatis
Ummu hani
Senin, 07 Maret 2022 - 17:50 WIB
Ilustrasi militer Rusia. (Foto: Langit7.id/iStock)
Serangan Rusia menginvasi Ukraina hingga kini belum juga usai. Meski sudah dikecam berbagai pihak, Rusia masih enggan menghentikan aksinya itu.
Pasukan militer dari negara yang dipimpin Vladimir Putin itu terbilang sangat sangat siap dengan pertempuran. Bagaimana tidak, tentara Rusia dilengkapi pakaian perang dengan sistem canggih Ratnik generasi kedua (Ratnik-2).
Baca juga:PBB: Korban Sipil Invasi Rusia Capai 350 Jiwa
Melansir dari World Today News, Senin (7/3/2022) perangkat pertempuran tersebut terdiri dari lima elemen terintegrasi untuk serangan, yakni pertahanan, kendali, bantuan hidup dasar dan pasokan energi. Tiap elemen menggabungkan subsistem modular yang dapat beradaptasi sesuai kondisi iklim dan sifat lingkungan pertempuran.
Saat di zona Rusia Tengah, tentara menggunakan kamuflase dengan warna dominan hijau dan hitam. Saat di Suriah, pakaian tentara akan memiliki skema warna pink atau hijau muda, bahkan abu-abu guna berkamuflase di medan pasir.
Baca juga:Rusia Dihukum tapi Israel Tidak Disanksi, FIFA Tuai Kritik
Selain fungsi kamuflase, pakaian canggih itu juga dapat menjaga tingkat kenyamanan maksimal selama aktivitas sehari-hari pemakainya. Pakaian ini bisa dipakai terus menerus selama minimal 48 jam.
Pasukan militer dari negara yang dipimpin Vladimir Putin itu terbilang sangat sangat siap dengan pertempuran. Bagaimana tidak, tentara Rusia dilengkapi pakaian perang dengan sistem canggih Ratnik generasi kedua (Ratnik-2).
Baca juga:PBB: Korban Sipil Invasi Rusia Capai 350 Jiwa
Melansir dari World Today News, Senin (7/3/2022) perangkat pertempuran tersebut terdiri dari lima elemen terintegrasi untuk serangan, yakni pertahanan, kendali, bantuan hidup dasar dan pasokan energi. Tiap elemen menggabungkan subsistem modular yang dapat beradaptasi sesuai kondisi iklim dan sifat lingkungan pertempuran.
Saat di zona Rusia Tengah, tentara menggunakan kamuflase dengan warna dominan hijau dan hitam. Saat di Suriah, pakaian tentara akan memiliki skema warna pink atau hijau muda, bahkan abu-abu guna berkamuflase di medan pasir.
Baca juga:Rusia Dihukum tapi Israel Tidak Disanksi, FIFA Tuai Kritik
Selain fungsi kamuflase, pakaian canggih itu juga dapat menjaga tingkat kenyamanan maksimal selama aktivitas sehari-hari pemakainya. Pakaian ini bisa dipakai terus menerus selama minimal 48 jam.