Dai Pesantren Diminta Berdakwah Jauhkan Warga dari Rentenir
Mahmuda attar hussein
Selasa, 08 Maret 2022 - 01:35 WIB
Ilustrasi dai berceramah di masjid. (Foto: Istimewa).
Para dai dari pesantren diminta aktif berdakwah menjauhkan masyarakat dari jerat para rentenir. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama antara pemerintah dan penceramah.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, hampir setiap hari keliling ke daerah-daerah di Jawa Timur melakukan tasaruf zakat produktif untuk pelaku usaha ultra mikro.
"Saya tanya apakah mereka sangat terdesak, apakah mereka pinjam ke rentenir dan jawabannya iya, banyak dan seterusnya. Ini pekerjaan rumah kita semua," kata Khofifah di Ponpes Al Falah Kediri dilansir Antaranews Senin (7/3/2022).
Baca Juga:Ponpes Al Muhajirin Purwakarta Teken Kerjasama dengan Harvard University
Menurut dia, hal ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi para pendakwah ikut berdakwah memberikan masukan agar warga menjauhi rentenir.
Dia berharap, para dai dan daiyah, para mubalig memberikan pemahaman dengan harapan agar warga tidak terjerat rentenir. Terlebih saat ini banyak sistem pinjaman daring yang mayoritas ilegal.
Gubernur menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan Bank Jatim membuat terobosan guna menekan gerak rentenir. Dengan format dakwah yang sudah secara turun temurun.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, hampir setiap hari keliling ke daerah-daerah di Jawa Timur melakukan tasaruf zakat produktif untuk pelaku usaha ultra mikro.
"Saya tanya apakah mereka sangat terdesak, apakah mereka pinjam ke rentenir dan jawabannya iya, banyak dan seterusnya. Ini pekerjaan rumah kita semua," kata Khofifah di Ponpes Al Falah Kediri dilansir Antaranews Senin (7/3/2022).
Baca Juga:Ponpes Al Muhajirin Purwakarta Teken Kerjasama dengan Harvard University
Menurut dia, hal ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi para pendakwah ikut berdakwah memberikan masukan agar warga menjauhi rentenir.
Dia berharap, para dai dan daiyah, para mubalig memberikan pemahaman dengan harapan agar warga tidak terjerat rentenir. Terlebih saat ini banyak sistem pinjaman daring yang mayoritas ilegal.
Gubernur menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan Bank Jatim membuat terobosan guna menekan gerak rentenir. Dengan format dakwah yang sudah secara turun temurun.
(bal)