home global news

Dampak Perang Rusia-Ukraina, Indef: Asumsi Makro Ekonomi Melesat dari Target

Selasa, 08 Maret 2022 - 13:15 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa.
Di tengah pandemi Covid-19 yang belum diketahui ujungnya, perang Rusia-Ukraina mengakibatkan tingkat ketidakpastian ekonomi semakin tinggi. Para pelaku ekonomi dunia lebih memilih melakukan aksi wait and see sehingga perekonomian global mengalami kemandegan.

Demikian disampaikan peneliti Indef, Dr Agus Herta dalam diskusi Universitas Paramadina di kanal Twitter space Didik J Rachbini bertajuk 'Beban Fiskal dan Perang Rusia Ukraina'.

"Perang Rusia-Ukraina ini menjadi A Disrupted Global Recovery di tengah tingginya harapan masyarakat dunia terhadap pemulihan ekonomi yang terjadi pada tahun 2022," kata Dr Agus dalam keterangannya, Selasa (8/3/2022).

Baca Juga:Menakar Potensi Invasi Rusia ke Ukraina Sulut Perang Dunia Ketiga

Lebih lanjut, dosen Universitas Mercu Buana ini menyatakan, perang Rusia-Ukraina juga membawa dampak signifikan terhadap APBN tahun 2022. Beberapa asumsi makro ekonomi yang dibuat ketika proses penyusunan APBN, meleset dan jauh dari target yang ditetapkan.

"Harga minyak dunia dalam asumsi APBN hanya ditetapkan sebesar US$63 per barel. Padahal sampai dengan tanggal tujuh Maret 2022, harga minyak Brent sudah ditransaksikan seharga US$ 128,76 per barel," katanya.

Hal yang menarik, jelas Agus, adalah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Di tengah perang Rusia-Ukraina, volatilitas pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak seekstrim volatilitas harga minyak bumi. Dalam APBN 2022, pemerintah bersama DPR telah menetapkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp14.350 per dolar.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
konflik rusia-ukraina dorong pertumbuhan ekonomi indef
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya