home lifestyle muslim

Gunakan Ambush Marketing, Paris Fashion Show Dianggap Penipuan

Rabu, 09 Maret 2022 - 18:58 WIB
Ayam Geprek Bensu yang mengklaim bagian dari acara Paris Fashion Week 2022. Foto: Instagram
Beberapa hari belakangan, dunia maya ramai membicarakan sejumlah produk Indonesia yang mengklaim ikut dalam gelaran Paris Fashion Week (PFW) 2022. Padahal, nyatanya acara Paris Fashion Show buatan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) ini digelar dalam waktu yang bersamaan dengan PFW.

Founder dan CEO Belajarlagi (https://belajarlagi.id/), Faiz Ghifari melihat penyelenggaran acara fashion tersebut memakai strategi ambush marketing. Hal yang melatarbelakangi brand melakukan strategi ini biasanya karena ingin memanfaatkan momentum event besar yang sedang berlangsung.

Baca juga: Apakah Bunga 0 Persen Riba? Jangan Terjebak Trend Marketing

Ambush marketing sendiri merupakan strategi pemasaran yang memanfaatkan momentum acara besar yang sedang digelar namun bukan bagian resmi dari event tersebut. Untuk increase brand awareness, strategi ini cukup efektif mengingat ia bisa memunculkan talkability yang tinggi.

"Penggunaan ambush marketing ini kurang etis dilakukan karena dianggap menumpang dari event yang sedang berlangsung dan bukan bagian resmi dari event tersebut," ujar Faiz kepada Langit7, Rabu (9/3/2022).

Strategi ini, tambah Faiz harus dilakukan dengan hati-hati karena bisa menjadi penipuan publik jika diketahui oleh konsumen.

"Menurut saya, penyelenggara Paris Fashion Show kurang berhati-hati dalam menerapkan strategi marketingnya. Sehingga muncul reaksi dari konsumen yang mengetahui secara detail dan keaslian dari strategi ini," ungkapnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
paris fashion week kemenparekraf digital marketing gekrafs
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya