LANGIT7.ID - , Jakarta - Beberapa hari belakangan, dunia maya ramai membicarakan sejumlah produk Indonesia yang mengklaim ikut dalam gelaran Paris Fashion Week (PFW) 2022. Padahal, nyatanya acara Paris Fashion Show buatan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) ini digelar dalam waktu yang bersamaan dengan PFW.
Founder dan CEO Belajarlagi (
https://belajarlagi.id/), Faiz Ghifari melihat penyelenggaran acara fashion tersebut memakai strategi
ambush marketing. Hal yang melatarbelakangi brand melakukan strategi ini biasanya karena ingin memanfaatkan momentum event besar yang sedang berlangsung.
Baca juga: Apakah Bunga 0 Persen Riba? Jangan Terjebak Trend MarketingAmbush marketing sendiri merupakan strategi pemasaran yang memanfaatkan momentum acara besar yang sedang digelar namun bukan bagian resmi dari event tersebut. Untuk
increase brand awareness, strategi ini cukup efektif mengingat ia bisa memunculkan
talkability yang tinggi.
"Penggunaan ambush marketing ini kurang etis dilakukan karena dianggap menumpang dari event yang sedang berlangsung dan bukan bagian resmi dari event tersebut," ujar Faiz kepada Langit7, Rabu (9/3/2022).
Strategi ini, tambah Faiz harus dilakukan dengan hati-hati karena bisa menjadi penipuan publik jika diketahui oleh konsumen.
"Menurut saya, penyelenggara Paris Fashion Show kurang berhati-hati dalam menerapkan strategi marketingnya. Sehingga muncul reaksi dari konsumen yang mengetahui secara detail dan keaslian dari strategi ini," ungkapnya.
Seperti diketahui, Paris Fashion Show ini tengah viral di Indonesia lantaran menggunakan strategi
ambush marketing. Tidak sedikit komentar negatif yang didapatkan dari berbagai pihak salah satunya politikus Wanda Hamidah.
"Paham ya. Saya bukannya iri, lagian sudah pergi ke Paris usia 17 tahun, nabung pakai uang sendiri yang saya hasilkan dari dunia modeling. Dan tahun 2019 kemarin terkahir ke Paris sama anak-anak. Pakai uang sendiri juga hasil kerja keras, tidak perlu dibayarin," tulis Wanda dalam unggahan Instagram pribadinya @wanda_hamida, dikutip pada Rabu, (9/3/2022).
Baca juga: Tips Mendapatkan Tim Ahli di Bidang Digital Marketing"Yang saya tentang dan saya lawan ini 'pembodohan publiknya', praktek klaim mengklaim ini bahaya, karena kenyataannya tidak seperti itu. Dan netizen terbuai aja karena ketidaktahuan mereka," tambah Wanda.
Unggahan Wanda tersebut menanggapi netizen yang memenuhi kolom komentar dalam media sosial, sehari sebelumnya. Wanda menegaskan kritikan tersebut menandakan dirinya iri dengan acara yang digelar pusat fashion dunia tersebut.
(est)