Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 14 Mei 2026
home wirausaha syariah detail berita

Apakah Bunga 0 Persen Riba? Jangan Terjebak Trend Marketing

mahmuda attar hussein Selasa, 15 Februari 2022 - 18:13 WIB
Apakah Bunga 0 Persen Riba? Jangan Terjebak Trend Marketing
Ilustrasi peminjaman uang dengan cara riba. (Foto: iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Istilah bunga 0 persen memang cukup menarik. Trend marketing tersebut tanpa disadari dapat menjerumuskan seorang muslim pada transaksi yang bersifat riba.

Sebagian Umat Islam terjebak untuk mengkredit pembelian barang karena iming-iming bunga 0 persen. Cicilan tanpa bunga sekali pun bukan berarti bebas praktik riba.

Melansir Rumah Fiqih Indonesia, Ustadz Ahmad Sarawat mengatakan, persoalan bunga 0 persen ini harus diteliti lebih detail, karena khawatir hanya kamuflase saja.

Baca Juga: Pinjol Ilegal, Dasad Latif : Hutang Boleh, Asal Tidak Riba

"Ada istilah-istilah lain yang coba disamarkan seolah-olah bukan bunga. Misalnya uang administrasi, biaya inflasi, dan macam-macam istilah lainnya yang seolah-olah wajar," kata Ustadz Sarawat dikutip, Selasa (15/2/2022).

Prinsip biaya itu tidak ada bedanya dengan bunga. Cuma istilahnya berbeda, tetapi hakikatnya sama. Dia menyimpulkan, calon konsumen muslim harus melihat secara rinci persyaratannya lebih dulu, jangan hanya karena bunga 0 persen.

Ada beberapa kriteria suatu transaksi dikatakan mengandung riba, di antaranya bila ditetapkan denda bila konsumen tidak mampu membayar, bahkan barang ditarik kembali.

Lalu, apakah membeli sesuatu secara kredit dengan bunga 0 persen bisa membuat seseorang terbebas dari jeratan riba? Hal ini yang harus menjadi perhatian bersama.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 14 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:52
Ashar
15:13
Maghrib
17:47
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)