LANGIT7.ID, Jakarta - Pemasaran digital merupakan upaya untuk mempromosikan sebuah produk atau pun brand tertentu dengan menggunakan tren digital, sehingga bisa menyasar kepada konsumen lebih tepat. Untuk bisa melakukan hal ini, seorang ahli digital marketing perlu menguasai teknik dan praktik yang mencakup kategori pemasaran di internet.
Untuk itu, posisi digital marketing dibutuhkan bagi perusahaan guna mendukung berjalannya proses pemasaran sebuah produk. Posisi ini terbilang strategis, sehingga perlu dipastikan orang yang menjalankan tugasnya di bidang ini betul-betul ahli.
Baca Juga: Ikuti Cara Nabi Berbisnis, Jalan Menuju Pedagang KayaSebagai ahli digital marketing, tentu membutuhkan bayaran yang cukup tinggi. Terkait hal ini, kendala yang masih banyak dirasakan oleh beberapa pelaku bisnis, yakni keberatan atau pun belum mampu untuk membayar ahli digital marketing.
Untuk itu,
Langit7 berusaha merangkum tips dari Konsultan bisnis, Dewa Eka Prayoga untuk bisa memiliki tim yang bergerak dalam urusan digital marketing. Simak penjelasannya,
Merekrut AhliMerekrut orang yang ahli dan betul-betul memahami konsep pemasaran digital, diperlukan ppengeluaran biaya lebih untuk gaji mereka. Hal ini terbilang wajar karena mereka yang ahi memang memahami konsep digital marketing seusai kebutuhan perusahaan yang dijalankan.
"Untuk tim kami sendiri, saya harus mengeluarkan uang untuk gaji digital marketing sekitar Rp12,5-20 juta. Tergantung mereka berada di level di mana. Tapi hal itu terbilang wajar karena mereka punya nilai untuk mengembangkan sebuah perusahaan," ujarnya.
Baca Juga: Telur Bebek Bersih, Peternak Ini Panen 55.000 Butir per PekanHal ini juga termasuk pada fungsi lainnya. Tapi yang terpenting, ketika sudah berkomitmen untuk merekrut seorang ahli, maka harus siap menyiapkan biaya untuk membayar mereka dengan mahal.
Rekrut Newbie atau PemulaKalau tidak sanggup, kata dia, maka perusahaan yang berada di level lebih kecil bisa merekrut seorang pemula di bidang pemasaran digital. Namun, biasanya para pemula ini tidak mengerti seputar teknis dalam pemasaran digital, sehingga masih memerlukan pembinaan untuk hal tersebut.
"Jika memang siap untuk memberikan training kepada
newbie ini, maka silakan saja. Tapi kecenderungannya memang lebih kepada gaji yang diberikan lebih rendah, dan masih perlu melakukan usaha lebih untuk memberikan pelatihan kepada
newbie ini," ungkapnya.
Baca Juga: Ahmad Dhani Buka Usaha Dimsum, Kini Berkembang Pesat di Masa PandemiJasa AgensiJika dirasa masih terlalu berat mengeluarkan uang untuk menggaji seorang digital marketing, pilihan lainnya adalah menggunakan jasa agensi. Konsekuensi yang akan diterima adalah tidak bisa secara full control mengendalikan jasa agensi tersebut untuk kebutuhan pemasaran digital.
"Biasanya ketika kita kasih tugas secara dadakan, mungkin saja mereka terkendala, karena ada antrean untuk mengerjakan tugas dari klien lainnya. Tapi hal ini juga bisa menjadi salah satu solusi untuk mempermudah proses pemasaran digital," ujarnya.
PartnershipArtinya berkolaborasi menjalankan bisnis secara bersama. Dalam hal ini pun harus sudah saling kenal, butuh, mengisi, dan menguntungkan kedua belah pihak.
Baca Juga: Terobosan Industri Halal, Erick Thohir Resmikan Halal Hub di Rest Area"Konsekuensinya adalah harus siap bagi hasil secara profit. Jadi ini perlu dipahami di awal agar tidak menjadi permasalahan ke depan untuk bagi hasilnya," katanya.
Empat model ini sangat bisa dilakukan bagi pelaku bisnis agar dapat memiliki tim pemasaran digital yang ahli. Posisi digital marketing memiliki peranan penting untuk menjalankan sebuah perusahaan atau bisnis. "Dengan adanya posisi digital marketing diharapkan perusahaan dapat mengalami perkembangan dan bisa bersaing dengan para kompetitornya," ungkapnya.
(asf)