Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

Ikuti Cara Nabi Berbisnis, Jalan Menuju Pedagang Kaya

mahmuda attar hussein Ahad, 29 Agustus 2021 - 20:42 WIB
Ikuti Cara Nabi Berbisnis, Jalan Menuju Pedagang Kaya
Ilustrasi enterpreuner muslim sukses yang ikuti cara nabi berbisnis. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai orang yang sukses dalam urusan perdagangan. Sebagai pedagang, Nabi kerap kali dipercaya dan disukai banyak orang sehingga bisnisnya berkembang pesat dan mengalahkan kompetitornya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis mengatakan, sebagai suri tauladan, sudah seharusnya bagi pebisnis muslim mengikuti apa yang dilakukan Nabi, terutama dalam bisnis. Selain mendapatkan keuntungan dunia, dengan menjalankan sunnah Nabi untuk urusan muamalah juga menjadikan manfaatnya bisa didapatkan sebagai bekal akhirat.

Inilah beberapa hal yang dilakukan Nabi dan bisa diterapkan oleh pebisnis muslim untuk meraih kesuksesan, di antaranya yakni:

Terpercaya

Cholil mengatakan, ada dua hal yang dalam urusan bisnis perlu diperhatikan, yakni modal sosial dan modal uang, atau yang biasa disebut sebagai social capital dan financial capital.

"Social capital inilah yang berada di atas financial capital. Ini yang dinamakan sebagai kepercayaan, seperti yang dicontohkan Nabi hingga ia disebut sebagai Al-Amin atau orang yang dapat dipercaya," ujarnya di Webinar Muhammad Sebagai Pedagang, Ahad (29/8/2021).

Dalam praktik bisnis saat ini, kolaborasi akan terwujud jika masing-masing pihak mampu untuk saling percaya. Menurutnya, ketika rasa saling percaya sudah terbentuk, maka akan mudah dalam hal interaksi bisnis selanjutnya.

Etika

Selain jujur, pelaku bisnis juga perlu santun dalam urusan dagang, kaitannya dengan bisnis. Selain keuntungan yang menjadi tujuan utama, pelaku bisnis juga harus bisa memberikan pelayanan yang baik kepada konsumennya.

"Jika sudah menjual produk dan barang yang sama dengan para kompetitor bisnis, lalu yang harus menjadi pembeda adalah etika. Bahkan orang rela beli barang lebih mahal karena etika dan pelayanan yang diterimanya lebih bagus. Nabi juga melakukan hal itu, yang biasa kita sebut sebagai akhlak," ungkapnya.

Selain perlu memahami konsep muamalah dalam syariat Islam, pebisnis juga harus mengerti dan mempraktikkan kepada pelanggan untuk memberikan pelayanan yang maksimal dan baik kepada mereka.

"Oleh karena itu kita perlu memastikan mendapatkan harta kekayaan dengan cara yang baik pula. Tapi jangan sampai jatuh cinta kepada harta, kita perlu mengingat kembali pada tujuan awal, dan cinta hanya kepada Allah," katanya.

Silaturahmi

Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk tidak memutus tali silaturahmi. Sebab, salah satu keutamaannya yakni melapangkan rezeki.

"Semakin banyak silaturahim, maka semakin banyak rezekinya. Itulah janji Allah. Semakin banyak relasi atau jaringan bisnis maka semakin mudah pula berkembangnya suatu bisnis. Jejaring bisnis inilah yang termasuk ke dalam kemanfaatan sebuah silaturahim," ucapnya.

Ikhlas

Ketika sudah mampu mendapatkan harta kekayaan yang cukup, Cholil mengatakan, perlunya bagi ummat Islam untuk menggunakan hartanya sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah.

"Khoirunnas anfauhum linnas, yakni sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain." (HR. Al-Qadlaa’iy dalam Musnad Asy-Syihaab No 129, Ath-Thabaraaniy dalam Al-Ausath no. 5787).

"Di tengah orang berjibaku untuk mendapatkan harta kekayaan menggunakan berbagai macam cara, bahkan terkadang melakukan hal yang dilarang agama. Kita perlu tunjukkan dengan niat yang lurus pun ummat Islam masih bisa mendapatkan harta kekayaan yang berlimpah," katanya.

Cholil berharap, melalui beberapa hal tersebut, Allah akan tingkatkan derajat ummatnya sehingga dimudahkan dalam setiap urusan, termasuk perkembangan bisnis. Maka ketika berbisnis, pastikan tidak menghalangi urusan ibadah dengan Yang Maha Pemberi Rezeki.

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)