LANGIT7.ID, Yogyakarta - Menjadi peternak bebek identik dengan lumpur dan kotor. Belum lagi kebutuhan bebek yang harus diangon ke perairan juga membuat peternak harus panas-panasan.
Namun, hal itu tidak berlaku bagi peternak bebek petelur asal Yogyakarta, Rosul. Sebagai peternak bebek modern, Rosul memakai sistem intensif kering di peternakan bebeknya, Amar Farm.
Baca Juga: Ahmad Dhani Buka Usaha Dimsum, Kini Berkembang Pesat di Masa PandemiDengan intensif kering, bebek di peternakan Amar Farm hanya berada di dalam kandang tanpa diangon ke perairan. Kelebihan menggunakan sistem tersebut, peternak dapat menghemat waktu, bebek relatif bersih, kandang tidak bau karena lembab, dan hasil panen telur lebih maksimal.
"Selain niat dan doa, untuk beternak bebek petelur menggunakan sistem intensif kering perlu memperhatikan sirkulasi, karena bebek hanya berada di kandang seharian penuh," ujarnya dilansir dari kanal Youtube DNTrust, Ahad (29/8/2021).
Selain persiapan kandang, bibit harus dipilih antara usia 5-6 bulan yang merupakan usia produktif bebek petelur. Untuk panen yang maksimal, maka pemilihan pakan harus diperhatikan dengan baik. Pasalnya, bisnis bebek petelur 80 persen biaya produksi akan dihabiskan untuk pakan.
Rasul mengaku mendapatkan kepuasan tersendiri dari beternak. Apalagi, beternak bebek petelur terbilang mudah.
Baca Juga: Dukung Industri di Sulawesi, PLN Tambah Pasokan Listrik ke Smelter Nikel"Setiap kasih pakan ke bebek itu pasti bertelur. Jadi memang susahnya di awal, karena usaha apa pun, di awal pasti memiliki kendala untuk penjualan. Sementara untuk produksi itu perkara mudah," ujarnya.
Rasul mengaku menggunakan platform digital dalam pemasaran hasil panennya. Dia juga menggunakan strategi edukasi soal telur bebek yang diselipkan penjualan produk, sehingga mampu mendapatkan engagement kepada lebih banyak calon pembeli.
"Alhamdulillah sekarang semua sudah pakai kontrak. Jadi yang ambil hasil panen telur bebek ini kita ikat dalam waktu tertentu, sehingga ada kestabilan," ujarnya.
Yogyakarta sebagai salah satu kota tujuan wisata memiliki peluang dalam hal kuliner. Seperti gudeg yang menggunakan 99 persen telur bebek, martabak, dan jamu.
"Kini dengan kontrak ke beberapa rekanan, mulai dari perusahaan besar hingga personal, Amar Farm bisa memasok telur bebek hingga 55.000 butir per pekan dari jumlah 3.000 ekor bebek di peternakan kami," ujarnya.
Baca Juga: Tips Ungguli Kompetitor di Pemasaran DigitalSementara di Yogyakarta sendiri diperkirakan membutuhkan pasokan telur bebek untuk berbagai kebutuhan hingga 400 ribu butir telur per minggu. Artinya, pasokan Amar Farm masih jauh memenuhi kebutuhan telur bebek di Yogyakarta.
Ia berharap agar peternak bebek di Yogyakarta bisa berkolaborasi untuk menghindari kerugian dan menjaga kestabilan produksi serta harga di pasaran. "Menjadi petani atau peternak adalah tonggak. Sebab, segala kebutuhan komoditas pangan Indonesia di-
support dari hasil panen pertanian dan peternakan. Jadi jangan pernah takut untuk terjun di bidang ini," ungkapnya.
(asf)