LANGIT7.ID, Banjarnegara - Biasanya peternakan domba dan kambing dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi, seperti daging dan susunya. Berbeda dengan peternakan domba di Desa Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah yang mengkhususkan peternakan domba untuk kebutuhan kontes.
Domba Batur atau biasa disebut sebagai dombat, merupakan domba asli lokaliti Desa Batur, Banjarnegara. Domba ini seringkali dijadikan untuk kebutuhan kontes kelas kecantikan, karena memiliki bentuk tubuh yang lebih bulat, dengan ekor panjang, dan bulu keriting khas domba di seluruh tubuhnya.
![Unik, Peternakan Domba Kontes Lokaliti Banjarnegara]()
Ialah Muhammad Anis yang merupakan peternak domba di kampungnya, di Desa Batur, Banjarnegara. Domba ini sudah dipatenkan sejak 2011 lalu, sekaligus menegaskan bahwa domba memang tidak bisa ditemui di tempat lain selain di desanya.
“Domba batur itu memang unik, kalau dilihat juga lucu. (Bulu) mukanya rapat, telinganya penuh bulu, badannya juga bulat, dan ekornya panjang,” kata Anis dikanal Youtube CapCapung.
Baca juga: Sempat Jadi Ojek Payung, Muslim Ini Sukses Usaha DonatKarena keunikan itulah Anis tertarik untuk menjadi peternak domba batur. Ia memulainya dengan memelihara lima ekor domba pada 2000 silam.
Menurutnya, untuk perawatan domba ini juga terbilang cukup mudah. Pertama yang perlu dipersiapkan adalah ladang rumput untuk pakan dan kebutuhan angonnya.
“Pilih juga domba yang bagus, karena perawatannya yang sama, tapi domba yang bagus bisa dihargai lebih mahal nantinya,” kata dia.
Selain itu, domba juga terbilang tidak rewel dalam urusan pakan. Anis menyebutkan, domba biasa memakan segala jenis rumput yang ada, daun, dan jenis sayuran sehingga membuat perutnya kian membulat.
Anakan domba di peternakannya itu biasa dijadikan untuk bahan kontes. Sebab, untuk postur dan bulu dombat di peternakannya ini sudah memenuhi syarat yang cukup untuk kebutuhan kontes.
“Seperti muka di bulunya rapat, tinggi badan, lebar dada, dan yang terpenting seluruh tubuhnya ditumbuhi bulu yang lebat,” katanya.
Baca juga: Budi Daya Maggot BSF, Modal Sampah Bisa Panen BesarSementara untuk kebutuhan pedaging, lanjut Anis, biasa menggunakan domba yang tubuhnya relatif gemuk. Namun, untuk bulu di wajah tidak rapat, sehingga lebih cocok untuk dijadikan domba pedaging.
![Unik, Peternakan Domba Kontes Lokaliti Banjarnegara]()
Anis menjual anakan dombanya saat lepas sapih di usia 3-5 bulan. Ia biasa mendapatkan banyak pesananan ini di luar daerah, seperti Jawa Barat.
“Anakan di usia 3-5 bulan bisa saya jual diangka Rp8 juta untuk jantan, kalau betina Rp7 juta. Di sini yang paling mahal dan dibeli sama orang Depok itu yang warna panda (hitam-putih), Rp17 juta,” jelasnya.
Menurutnya, untuk menjadi peternak apa pun, modal awal yang harus dimiliki adalah kecintaan terhadap hewan ternaknya. Untuk itu, tahap selanjutnya tinggal menyusul sambil belajar, seperti ketersediaan pakan, minum, vitamin, dan lain-lain.
“Bagi pemula yang ingin memulai peternakan ini, nomor satu yang paling penting adalah senang dulu terhadap hewan ternaknya. Setelahnya, jangan lupa ketersedian pakan, dan lainnya,” tambah Anis.
(zul)