LANGIT7.ID, Yogyakarta - Siapa yang tidak suka donat? Kudapan berbentuk bulat dengan tengahnya yang bolong ini diminati oleh banyak kalangan.
Rasa manisnya, menjadikan donat seringkali menjadi pendamping berbagai jenis minuman. Selain itu, masyarakat Indonesia terbilang suka menyantap camilan ini menjadikan donat cukup diminati hingga saat ini.
Melihat kondisi itu, muslim asal Yogyakarta, Muhammad Nurhayani, memilih untuk berwirausaha di bidang kuliner dengan memproduksi dan menjual donat. Nurhayani sudah menjajakan donat saat masih duduk di bangku kuliah. Namun, kala itu bukan donut produksinya sendiri, melainkan ia membeli langsung di pasar dan menjualnya kembali.
Dengan modal per donatnya Rp400, ia menjualnya kembali seharga Rp1000. Margin lebih dari 100 persen itu, membuatnya tertarik untuk menjadi memproduksi donatnya sendiri.
“Jadi saat saya menikah pada 2004, saya mulai usaha donat ini. Awalnya saya pemasaran donat yang saya rintis ini dengan cara dititipkan ke warung yang ada,” katanya dikanal Youtube Punca Media.
Baca juga:
BSI Dukung Pengembangan Pasar Syariah Lewat Pemberdayaan NasabahSeiring perkembangannya, pada 2012 ia mulai memberikan brand menjadi Djoragan Donat yang masih tetap eksis hingga saat ini. Saat mematenkan nama Djoragan Donat itu pula, ia mulai melakukan penjualan dengan cara melapak di depan sebuah minimarket.
![Sempat Jadi Ojek Payung, Muslim Ini Sukses Usaha Donat]()
Selanjutnya, kata Nurhayani, pada 2017 barulah ia membuat sebuah toko seperti saat ini. Menurutnya, hingga saat ini permintaan akan kudapan dengan rasa manis ini masih terus meningkat.
“Ditambah lagi, permintaan donat itu tidak mengenal musim. Jadi mau musim kemarau atau hujan permintaannya tetap ada, dan bisa dinikmati kapan pun sebagai camilan,” ujarnya.
Perkembangan usahanya yang terbilang sukses saat ini pun bukan tanpa kendala. Nurhayanti menyebutkan diawal memproduksi donatnya sendiri, ia sering menemui kegagalan.
Baca juga: Angkringan Jadi Syiar Dakwah untuk Anak Muda di Tempat TongkronganAdapun tantangan yang sering dihadapinya terkait masalah adonan yang kurang tepat, serti donat yang tidak mengembang. Namun, hal itu tidak mematahkan semangatnya untuk bisa mendapatkan formula yang tepat.
“Dari situ saya terus belajar dan menemui berbagai proses yang harus dan tidak dilakukan dalam pembuatan donat, termasuk pemilihan bahannya. Alhamdulillah, kita sekarang sudah menemukan bahan yang cocok dan proses yang bagus,” jelasnya.
Gapai impian lewat Djoragan DonatSejak kecil, Nurhayani mengisahkan dirinya dulu sangat ingin memiliki sepeda motor. Sebenarnya, ia berasal dari keluarga yang berkecukupan, dengan orang tuanya yang berprofesi sebagai PNS.
Namun, ia menuturkan, sedari kecil hingga duduk di bangku kuliahnya tidak pernah sama sekali dibelikan sepeda motor. Sehingga ia perlu berusaha melalui kerja kerasnya untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
Baca juga: Jadi Binaan Asosiasi, Bermodal Rp700 Ribu Sukses Budi Daya Ikan LeleImpiannya kini pun terbayar lunas, melalui Djoragan Donat, kini ia mampu mengembangkan usahanya semakin pesat. Dari situ bahkan ia mampu mendapatkan melebihi apa yang diinginkannya dulu.
“Alhamdulillah sekarang saya sudah bisa beli motor, membangun rumah, bahkan mobil juga sudah ada. Itu semua Alhamdulillah saya dapatkan dari hasil Djoragan Donat,” jelasnya.
Bakat wirausahaSedari kecil, Nurhayani mengaku senang melakukan pekerjaan untuk mendapatkan uang dari hasil keringatnya sendiri. Bahkan, menurut pengakuannya, di masa kecilnya dulu ia sempat menjadi tukang ojek payung untuk bisa mendapatkan penghasilannya sendiri.
“Dulu masa kecil saya tinggal di Jakarta, bahkan sempat saya menjual rokok di Stasiun Lenteng Agung,” katanya.
Menurutnya, jiwa wirausahanya sudah terasah sejak itu. Hingga kini ia mampu menjalankan usahanya di bidang kuliner, melalui Djoragan Donat.
Menurutnya, untuk menjalankan sebuah usaha perlu keyakinan yang mantap dalam hati. Selain itu, berusaha semaksimal mungkin, dan berharap akan ridho Illahi.
“Jadi tidak usah takut, karena memang berwirausaha itu awalnya saja yang sulit, tapi nanti ketika sudah berjalan akan lebih enak. Cari produk yang diterima masyarakat, dan pasarkan, tidak lupa untuk berdoa. Kalau itu sudah rezeki, InsyaAllah akan berkembang,” tambahnya.
(zul)