Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Jadi Binaan Asosiasi, Bermodal Rp700 Ribu Sukses Budi Daya Ikan Lele

mahmuda attar hussein Senin, 27 September 2021 - 06:00 WIB
Jadi Binaan Asosiasi, Bermodal Rp700 Ribu Sukses Budi Daya Ikan Lele
Jaya dengan ternak lelenya di Banten. Foto: istimewa
LANGIT7.ID, Banten - Ikan lele merupakan jenis ikan konsumsi yang banyak ditemui di pasaran. Dengan harga yang relatif terjangkau, sekitar Rp20-25 ribu per kilogramnya, jenis ikan berkumis ini selalu mendapatkan permintaan yang cukup tinggi.

Melihat adanya peluang itu, membuat Jaya, muslim asal Kabupaten Tangerang, Banten, memutuskan untuk menjadi pebudi daya ikan lele. Jaya memulai usaha budi daya ikan lelenya sejak 2017 lalu.

Ia mengaku, keadaan perekonomian yang saat itu cukup pas-pasan, memaksanya harus mencari penghasilan tambahan.

Melihat adanya sumber daya yang cukup di tempatnya, seperti ketersediaan air dan lahan, Jaya mulai berpikir untuk memulai usaha budi daya lele. Mulai belajar di Asosiasi Lele Tangerang (Aleta), Jaya berusaha memahami seluk-beluk budi daya lele dari hulu hingga ke hilir.

“Akhirnya kita jadi binaan, di situ saya mulai serius mendalami seputar budi daya lele ini. Setelah itu baru saya paham betul, ternyata selama ini saya memulai budi daya masih banyak kesalahan yang sering saya lakukan,” kata Jaya Youtube Agromaritim.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga Miliki Omzet Rp200 Juta dari Ternak Burung Puyuh

Tekad bulatnya membuat ia mantap untuk terjun menjadi pebudi daya ikan lele. Bermodalkan uang Rp700 ribu yang seharusnya digunakan untuk membayar cicilan motornya, Jaya menggunakannya untuk modal usaha.
Jadi Binaan Asosiasi, Bermodal Rp700 Ribu Sukses Budi Daya Ikan Lele
Dengan menggunakan bibit ikan lele sangkuriang, Jaya mulai menerapkan ilmu yang didapatkannya dari program pembinaan. Dari situ, ia mampu mengembangkan usahanya yang hingga kini mendapatkan banyak permintaan pasokan di pasaran.

“Pada prinsipnya, soal tren jenis ikan lele yang saya pilih, seperti Sangkuriang ini memiliki keunggulan pertumbuhannya yang cepat. Sebab, kalau di pembesaran ternyata benih pertumbuhannya lambat, maka kita bisa rugi waktu” katanya.

Menurutnya, dengan menggunakan jenis ikan lele Sangkuriang, para peternak lele khusus pembesaran bisa memanen dalam kurun waktu dua bulan. Sehingga ada perputaran aliran uang yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan selanjutnya.

Sementara di JB Farm Catfish, Cisoka Tangerang miliknya ini, sebelum adanya pandemi Covid-19, Jaya mengaku mampu menghasilkan hingga 300 ribu ekor untuk ukuran benih sekitar 3-4 (sentimeter) dan 4-5.

“Karena ada wabah Covid-19 ini sempat kita tidak bisa jual selama tiga bulan. Tapi ada peralihan, dimana orang biasanya beli benih di saya, kini mereka pilih beli yang berukuran besar sekitar 7-8 dan 8-9,” jelasnya.

Ketika memulai usahanya, Jaya mengaku tidak memikirkan soal penjualannya nanti. Tapi yang pasti, ia yakin betul bahwa ada peluang yang besar dari budi daya dan pembesaran ikan lele.

Setelah menjalankan usahanya dan mampu menghasilkan benih dengan kuantitas yang cukup banyak, Jaya baru menjamah duniao online, untuk melakukan promosinya. Dari situ, JB Farm Catfish mulai dikenal banyak orang yang ingin melakukan pembesaran ikan lele, dan terus transaksi tersebut masih terus berjalan hingga sekarang.

“Jadi ketika orang berbicara budi daya ikan lele itu merugi, sebenarnya memang margin yang ada cukup tipis. Maka kita perlu menguasai teknik yang benar dari hulu hingga hilirnya, sehingga biarpun marjin itu sedikit, tapi tetap masih ada untung yang bisa didapatkan,” katanya.

Kebutuhan akan ikan lele, lanjut Jaya, masih sekitar 20 persen dari total target nasional sekitar 70 persen. Untuk itu, ia menyebutkan peluang budi daya ikan lele ini masih cukup baik ke depannya.

Baca juga: Olah Limbah Kayu Jati Belanda, Sukses Hasilkan Produk Seni Bernilai Tinggi

Bahkan, untuk pasokan ikan lele di Kabupaten Tangerang sendiri belum cukup memenuhi kebutuhan pasar. Ia menyebutkan, banyak pasokan ikan lele di daerahnya yang juga masih meminta pasokan dari luar daerah.

Pemahaman budi daya ikan lele

Jaya mengingatkan, sebelum terjun langsung menggeluti budi daya ikan lele ini, para pemula wajib mengetahui parameter kualitas airnya terlebih dahulu. Ia menyebutkan, selain suhu, pH, dan bahan terlarut lainnya, kualitas air menjadi yang utama dalam pebudi dayaan ikan lele ini.
Jadi Binaan Asosiasi, Bermodal Rp700 Ribu Sukses Budi Daya Ikan Lele
Menurutnya, jika kualias air tidak mendukung untuk melakukan budi daya, maka perlu memproses air tersebut sedemikian rupa hingga bisa menciptakan kualitas air yang baik. Sebab, dalam budi daya ikan lele, air yang berkualitas baik menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.

“Selain itu, untuk menciptakan kualitas ikan yang unggul kita juga tidak boleh asal. Seperti pada masa perkawinannya, di sini pun kami menghindari perkawinan sedarah, sehingga menciptakan ikan yang berkualitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kadar suhu yang harus tercipta di dalam kolam budi daya sekitar 25-30 derajat celcius. Sementara kadar pH sekitar 6-9, juga perlu memperhatikan kadar amoniak yang terkandung dalam kolam agar tidak terlalu pekat.

Menurutnya, jika sudah memperhatikan beberapa faktor tersebut, maka diyakini pertumbuhan ikan lele akan berkembang dengan baik. Namun, jika faktor itu diabaikan, dikhawatirkan akan menimbulkan beberapa masalah dalam budi daya ke depannya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)