LANGIT7.ID, Jakarta - Selain produk kesehatan, di masa pandemi Covid-19 ini, produk makanan mengalami peningkatan permintaan di masyarakat. Makanan memang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-sehari. Itulah yang menjadikan sektor usaha kuliner tetap bisa bertahan sepanjang waktu.
Apalagi, dengan adaptasi dan strategi yang tepat di masa pandemi, sektor usaha kuliner mampu meningkatkan penjualan dengan menghadirkan produk makanan sehat dan menggunakan pemasaran digital. Hal tersebut dilakukan menjawab kebutuhan konsumen dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Warga Depok, Jawa Barat, Haji Ahmad Dhani mengaku, penjualan usaha
frozen food-nya kian mengalami peningkatan penjualan di masa pandemi. Dalam usahanya tersebut, ia memasarkan dua produk unggulan, yakni dimsum dan siomai.
“Dimsum setidaknya memiliki 15 varian 15, tapi kita fokus pada dimsum siomai ayam, dimsum hakau, dimsum dumpling, dimsum
fish and
cow, dan yang sering ada orderan biasanya dimsum bapao dan ceker ayam pedas,” ujarnya dikanal Youtube Kisah Tanpa Batas.
Baca juga: Tas Rajut Asal Yogyakarta yang Mendunia, Tetap Berbagi Saat PandemiMuslim asal Sawangan, Depok ini mengaku menawarkan kepada masyarakat, termasuk penikmat dimsum untuk bisa menjalin kerja sama dengannya. Hal tersebut dilakukan, selain merupakan strategi pemasaran, juga diakibatkan banyaknya pengangguran akibat imbas pandemi.
Usaha kuline diyakini memiliki peluang yang baik di masa pandemi, sebab banyak kegiatan masyarakat yang saat ini dilakukan di rumah. Dengan menghadirkan produk makanan yang dikemas menjadi
frozen food, dapat memberikan kemudahan dan menjawab kebutuhan makan masyarakat yang banyak melakukan kegiatan di rumah.
Bisnis
frozen food di pandemi ini juga menjadi primadona, di samping produk kesehatan utamanya. Memasuki pandemi banyak orang yang mencari pekerjaan kembali dan membuka usaha.
“Itu peluang bagi kami untuk menawarkan konsep usaha yang menarik. Pandemi ini pasaran membutuhkan produk
frozen food, karena sangat simpel dan menyesuaikan aktivitas yang saat ini banyak dilakukan dari rumah,” jelasnya.
Dengan brand produk Dimsum Haji Dhani, ia juga menawarkan kerja sama di mana para
reseller nantinya bisa melakukan
private label dengan menggunakan produk dagang darinya. Artinya, pelanggan dapat memesan dengan jumlah tertentu yang kemudian dikemas dengan brand atau merk sendiri,
Hal tersebut menjadi lebih efektif dan efisien dalam pemasaran dan memangkas usaha serta biaya operasional. Sehingga ketika sampai kepada pelanggan, produk
frozen food sudah menjadi bentuk siap jual.
“Intinya bisnis itu tidak selalu harus punya modal, yang penting ada kemauan dan ide solusi daripada permasalahan. Bisnis yang baik adalah bisnis yang menjawab persoalan yang terjadi di masyarakat, apalagi
frozen food yang memiliki ketahanan makanan dalam jangka waktu tertentu.
Nama Dimsum Haji Dhani dipilihnya sebagai brand, untuk menjawab pertanyaan yang begitu sering dilontarkan pelanggannya terkait kehalalan produk. Selain itu, guna mendukung kepastian halal, frozen food di Dimsum Haji Dhani ini juga telah mengantongi sertifikat halal dan izin edar BPOM.
Niat jadi pengusaha suksesDhani mengisahkan, sedari awal memimpikan untuk menjadi pengusaha sukses. Saat 2013 lalu, ketika masih menjadi pegawai di salah satu perusahaan, ia juga telah merintis usahanya dibidang
frozen food dengan menjadi
reseller.
Baca juga: Menikmati Kopi Tabagsel, Dakara Berdayakan Produk UMKMKala itu, lanjut Dhani, motivasinya semakin kuat ketika melihat salah satu atasannya yang bisa hidup lebih berkecukupan dan dapat membagikan manfaat kepada karyawannya. Hingga pada 2015 ia putuskan untuk mundur dari perusahannya dan memutuskan untuk membuka usahanya sendiri dengan memasarkan produk frozen food, seperti siomai dan dimsum.
“Saya resign pun dengan alasan mau buka usaha, itu motivasi saya, Jika suatu saat ketemu lagi dengan atasan, saya sudah jadi pengusaha, meski pun masih pengusaha rumahan, tapi tetap intinya sudah jadi pengusaha,” ujarnya.
Kini usahanya sudah makin dikenal di wilayah Jabodetabek. Selain menjajakan produknya kepada para konsumen dan reseller, ia juga kerap kali menjalin kerja sama dengan pihak katering dan perhotelan untuk memenuhi pesanan mereka.
“Jadi itu menjadi semacam jaminan kualitas bahwa dimsum kami bukan kaleng-kaleng. Rencana kita ke depan pasti ingin mengembangkan bisnis ini. Kita akan terus genjot dari pemasaran online dan menawarkan kemitraan bisnis dengan program baru, salah satunya dengan mengajak pelanggan untuk bisa membuka usaha
frozen food,” imbuhnya.
(zul)