home masjid

Cara Mengukur Posisi Kiblat Pakai Teori Segitiga Bola

Rabu, 09 Maret 2022 - 23:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pakar Falak Muhammadiyah, Oman Fathurrahman, mengatakan, posisi kiblat bisa diukur menggunakan teori segitiga bola. Dia menjelaskan, perkembangan ilmu falak sudah mencapai tingkat akurasi tinggi dalam menentukan posisi kiblat.

Arah kiblat mengacu pada Ka’bah di Masjidil Haram, Kota Mekkah, Arab Saudi. Di Indonesia, arah kiblat berpatokan ke sekitar arah barat laut. Jika Arah kiblat lurus menghadap ke barat, maka akan melewati Somalia di Benua Afrika. Itu tidak akan pernah sampai ke titik Ka’bah.

Baca juga: Peristiwa Penting di Syaban, Perubahan Arah Kiblat dari Baitul Maqdis ke Kabah

Oman menjelaskan, salah satu cara menentukan arah kiblat secara akurat adalah dengan menggunakan teori geografis, yakni menentukan posisi kiblat yang berada di atas permukaan bumi sebagaimana adanya. Namun, teori ini sulit dipraktikkan masyarakat umum.

Teori alternatif yang bisa digunakan adalah teori ilmu mengukur bola. Teori ini berdasarkan pada asumsi persis seperti bola yang bulat, meski secara fakta tidak bulat secara sempurna.

Posisi di permukaan bumi seperti posisi di permukaan bola. Hanya kalkulasi menggunakan model bumi bulat yang akan memberikan hasil yang konsisten dan cukup akurat.

Baca juga: Peristiwa Isra Mi'raj, Berikut Tiga Keutamaan Masjid Al-Aqsa Palestina
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
muhammadiyah kiblat arah kiblat menghadap kiblat shalat menghadap kiblat
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya